Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sidang Tahunan MPR 2026 Hadirkan 8 Penerima Manfaat Program Pemerintah

Sidang Tahunan MPR 2026 Hadirkan 8 Penerima Manfaat Program Pemerintah
Sidang tahunan MPR 2025 (dok. YouTube DPR RI)
  • Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 akan menghadirkan delapan penerima manfaat program pemerintah.
  • Para penerima manfaat akan ditempatkan di balkon bersama teladan dan peserta terbaik Parlemen Remaja.
  • Rangkaian sidang dijadwalkan dimulai pagi hari, dilanjutkan Rapat Paripurna RAPBN setelah jeda salat Jumat dan istirahat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI tahun 2026 akan menghadirkan delapan penerima manfaat program pemerintah. Mereka nantinya akan ditempatkan di balkon bersama para teladan dan peserta terbaik Parlemen Remaja.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Suprihartini saat menjelaskan persiapan pelaksanaan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD tahun ini.

  1. 1. Delapan penerima manfaat ditempatkan di balkon

    Delapan penerima manfaat ditempatkan di balkon
    Presiden RI, Prabowo Subianto tiba di Gedung MPR/DPR hadiri Sidang Tahunan MPR (IDN Times/Fauzan)

    Suprihartini memastikan, ada delapan penerima manfaat dari program pemerintah yang akan hadir dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026. Kehadiran mereka menjadi salah satu hal yang berbeda dalam pelaksanaan sidang tahun ini, khususnya dari sisi teknis penempatan tamu undangan.

    Delapan penerima manfaat tersebut akan ditempatkan di balkon. Mereka akan berada bersama para teladan serta peserta terbaik Parlemen Remaja.

    Saat ditanya lebih lanjut mengenai siapa saja delapan penerima manfaat tersebut, Suprihartini belum menyampaikan nama-namanya.

  2. 2. Persiapan teknis tetap dikoordinasikan

    Persiapan teknis tetap dikoordinasikan
    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8). ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga

    Meski terdapat penerima manfaat yang akan dihadirkan, Suprihartini mengatakan, persiapan teknis Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama tahun ini tetap dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya.

    Menurut dia, koordinasi menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian sidang dapat berlangsung sesuai dengan agenda yang telah disepakati.

    Sebelumnya, rapat gabungan juga telah dilaksanakan dengan dipimpin Sekjen DPR RI. Rapat tersebut mengundang seluruh kementerian dan lembaga terkait. Koordinasi juga melibatkan unsur keamanan, baik TNI, Polri maupun unsur keamanan lainnya.

    "Kemarin kami juga sudah melaksanakan rapat gabungan dipimpin oleh Bapak Sekjen DPD dengan mengundang seluruh kementerian/lembaga yang terkait dan juga dari pihak keamanan, baik TNI, Polri, dan juga unsur-unsur keamanan lainnya," ujar Suprihartini.

    Menurut dia, koordinasi tersebut membahas tahapan persiapan hingga finalisasi pelaksanaan sidang.

    "Kemarin kami sudah undang rapat gabungan bersama dan sudah kami koordinasikan untuk tahap-tahap persiapan finalisasi dan sebagainya," kata dia.

  3. 3. Sidang pagi dimulai 08.30 WIB, RAPBN pukul 14.30 WIB

    Sidang pagi dimulai 08.30 WIB, RAPBN pukul 14.30 WIB
    Ilustrasi sidang paripurna MPR (IDN Times/Santi Dewi)

    Selain menjelaskan kehadiran delapan penerima manfaat, Suprihartini sebelumnya juga membeberkan pembagian waktu pelaksanaan rangkaian sidang.

    Sidang pagi telah disepakati dimulai pukul 08.30 WIB. Rangkaian tersebut ditargetkan berakhir sekitar pukul 10.47 WIB.

    Dengan waktu tersebut, pelaksanaan sidang pagi diharapkan selesai sebelum salat Jumat.

    "Kalau pelaksanaan sudah disepakati dimulai jam 08.30 untuk yang sidang pagi, nah diakhiri sekitar pukul 10.47. Mudah-mudahan sesuai dengan jadwal, ya, jadi sebelum salat Jumat sudah bisa diakhiri," kata Suprihartini.

    Setelah sidang pagi berakhir, terdapat jeda sebelum agenda berikutnya. Jeda tersebut digunakan untuk pelaksanaan salat Jumat, makan siang, serta waktu istirahat. Rapat Paripurna RAPBN kemudian dijadwalkan dimulai pukul 14.30 WIB.

    "Lalu untuk sidang Rapat Paripurna RAPBN akan dimulai pada pukul 14.30. Kenapa ada jeda lama? Karena ada salat Jumat dan juga ada waktu istirahat dulu, apa makan siang dan sebagainya untuk kegiatan sidang kedua," ujar dia.

    Sidang kedua tersebut ditargetkan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB lewat.

    "Dan nanti diakhiri sekitar pukul 16.00 lewat untuk yang sidang kedua Rapat Paripurna tersebut," kata Suprihartini.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More