Brasil Pantau Ketat Perbatasan Venezuela usai Serangan AS

- Situasi di perbatasan Brasil-Venezuela masih normal.
- Brasil akan tolak serangan AS ke Venezuela dalam DK PBB.
- Brasil, Spanyol, Chile, Kolombia, Meksiko, Uruguay tolak serangan AS di Venezuela.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Luar Negeri Brasil, Maria Laura da Rocha mengatakan bahwa pemerintah Brasil terus memantau situasi terkini di Venezuela. Brasil juga terus berkontak dengan Gubernur Roraima, Antonio Denarium untuk memastikan kondisi terkini di perbatasan Venezuela.
“Kementerian Pertahanan Brasil melaporkan ada pergerakan tidak normal di perbatasan Venezuela. Hingga kini tidak ada kabar warga Brasil ikut jadi dalam korban di Venezuela dan kami terus berhubungan dengan Kedutaan Besar Brasil di Caracas,” tuturnya, dikutip dari Valor International, pada Senin (5/1/2026).
Sebelumnya, Presiden Brasil, Lula da Silva sudah menawarkan bantuan mediasi untuk menyelesaikan perselisihan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela. Tawaran ini untuk menghindari ancaman pecahnya konflik kedua negara.
1. Situasi di perbatasan Brasil-Venezuela masih normal

Menteri Hukum dan Keamanan Publik Brasil, Ricardo Lewandowski mengatakan bahwa situasi di perbatasan Venezuela masih normal. Arus masuknya kedatangan dari Venezuela masih normal selama Desember 2025.
“Kedatangan orang dari Venezuela masih normal dan di bawah rata-rata tahunan. Berdasarkan penilaian, personel militer di perbatasan Venezuela sudah cukup untuk memastikan keamanan dan ketertiban,” terangnya.
Sementara, Menteri Pertahanan Brasil, Jose Mucio mengungkapkan bahwa tidak dibutuhkan penambahan pasukan di perbatasan. Saat ini, sudah ada sekitar 2.300 personel militer yang ditempatkan di Roraima dan 10 ribu pasukan di kawasan Amazon.
2. Brasil akan tolak serangan AS ke Venezuela dalam DK PBB

Duta Besar Brasil di PBB, Sergio Danese mengatakan akan meminta PBB untuk memperbolehkan negara non-anggota Dewan Keamanan PBB untuk bersuara. Brasil akan menyuarakan dukungan pada hukum internasional, kedaulatan negara, dan penolakan terhadap seagal bentuk pelanggaran teritorial.
Sementara itu, Brasil mengungkapkan rencana untuk memperdebatkan masalah legalitas dan aksi militer, serta dampak kemanusiaan di Venezuela di DK PBB. Meskipun, Brasil saat ini tidak termasuk dalam salah satu anggota tidak tetap DK PBB.
Sehari sebelumnya, Penasehat Kepresidenan Brasil, Celso Amorim sudah menyuarakan penolakan atas serangan AS ke Venezuela. Ia menawarkan kepada AS dan Venezuela untuk menjadi mediator menyelesaikan masalah ini.
3. Brasil, Spanyol, Chile, Kolombia, Meksiko, Uruguay tolak serangan AS di Venezuela

Pemimpin Brasil, Spanyol, Chile, Kolombia, Meksiko, dan Uruguay bersama-sama menyuarakan penolakan atas serangan AS di Venezuela. Keenam negara itu menentang segala bentuk pengambilalihan pemerintahan oleh AS.
“Aksi ini menunjukkan adanya sebuah awal mula sebuah bahaya untuk perdamaian, dan keamanan regional dan berisiko kepada populasi rakyat sipil. Kami menyampaikan bahwa situasi di Venezuela harus diselesaikan lewat dialog dan mengikuti keinginan adri rakyat Venezuela tanpa intervensi,” paparnya, dikutip dari Euronews.
Kelima negara menyampaikan penolakan atas upaya AS untuk mengeksploitasi sumber daya alam Venezuela. Aksi tersebut jelas tidak sesuai dengan hukum internasional dan kedaulatan Venezuela.

















