Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menko PMK Minta Pemda Aktifkan Posko Siaga untuk Antisipasi Banjir

Pratikno
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kemanusiaan (PMK), Pratikno. (Dokumentasi Kemenko PMK)
Intinya sih...
  • Pemerintah terus pantau perkembangan cuaca ekstrem periode 23-29 Januari
  • Angin kencang diprediksi melanda DKI Jakarta
  • Sebanyak 85 RT dan 15 ruas jalan di Jakarta masih terendam banjir
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, meminta kepada seluruh pemda untuk memperhatikan peringatan dini terkait perkiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Apalagi hingga Minggu (25/1/2026), BMKG menetapkan level awas untuk hujan di tiga provinsi, termasuk Jakarta.

"Dokumen peringatan dini BMKG harus menjadi rujukan langsung bagi kepala daerah dan seluruh perangkat daerah dalam mengaktifkan sistem kesiapsiagaan," ujar Pratikno seperti dikutip dari situs resmi Kemenko PMK, Sabtu (24/1/2026).

Peringatan dini itu, kata mantan Menteri Sekretaris Negara ini, merupakan dasar utama penguatan langkah antisipatif pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. "Ini adalah fase krusial untuk early action guna mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerugian yang lebih besar," tutur dia.

Pemerintah juga meminta Pemda untuk menyiagakan penuh BPBD, TNI atau Polri, dinas teknis dan relawan melakukan pengecekan daerah aliran sungai, tanggul, lereng rawan longsor, sistem drainase perkotaan serta menyiapkan jalur evakuasi. Selain itu, pemda juga diminta untuk menyiapkan lokasi pengungsian yang aman dan siap digunakan.

1. Pemerintah terus pantau perkembangan cuaca ekstrem periode 23-29 Januari

Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Mardya Shakti)

Lebih lanjut, Pratikno mengatakan, penguatan kesiapsiagaan itu merupakan bagian dari strategi nasional pengurangan risiko bencana berbasis risiko, dengan menjadikan peringatan dini BMKG sebagai dasar koordinasi lintas sektor antara Kemenko PMK, Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, BMKG dan pemerintah daerah.

"Pemerintah pusat akan terus memantau perkembangan cuaca ekstrem selama periode 23-29 Januari 2026 dan memastikan dukungan penuh kepala daerah hingga ancaman ekstrem berlalu," tutur dia.

Berdasarkan data dari BMKG, pada Sabtu (24/1/2026), sejumlah daerah seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Tengah, Papua dan Papua Pegunungan, cuaca hujan berada di level siaga. Artinya, BMKG memperkirakan pada hari ini hujan yang turun dalam klasifikasi lebat hingga sangat lebat.

Level siaga juga masih berlanjut pada Minggu esok di Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB dan NTT.

2. Angin kencang diprediksi melanda DKI Jakarta

Ilustrasi cuaca ekstrem di NTT. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Ilustrasi cuaca ekstrem di NTT. (IDN Times/Putra Bali Mula)

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang di berbagai wilayah strategis termasuk Aceh, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT dan beberapa provinsi lainnya.

Selain angin kencang, gelombang tinggi laut hingga 4 meter diperkirakan berpeluang terjadi di sejumlah perairan termasuk Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB, Laut Maluku, Laut Natuna Utara, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, hingga Laut Arafuru bagian barat.

3. Sebanyak 85 RT dan 15 ruas jalan di Jakarta masih terendam banjir

Simulasi kesiapsiagaan banjir Jakarta di Sungai Lebak Bulus Jaksel
Simulasi kesiapsiagaan banjir Jakarta di Sungai Lebak Bulus Jaksel, Selasa (4/11/2025). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Sementara, sejumlah wilayah di Jakarta masih terendam banjir hingga Sabtu dini hari. Ketinggian air bervariasi antara 15 sentimeter hingga mencapai 210 sentimeter.

Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta pukul 00.00 WIB, tercatat sebanyak 85 RT dan 15 ruas jalan masih tergenang. Dikutip dari Pusdalops BPBD DKI, genangan tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.

Jakarta Barat jadi area yang terdampak banjir paling banyak dengan total 52 RT. Wilayah yang terendam antara lain Kelurahan Duri Kosambi, Kapuk, Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Jelambar, Kedoya Selatan, Kedoya Utara.

Berikutnya, di kelurahan Sukabumi Utara, Joglo, Kembangan Selatan, Kembangan Utara, dan Meruya Selatan. Penyebab banjir didominasi curah hujan tinggi serta luapan Kali Angke dan Kali Pesanggrahan, dengan ketinggian air mencapai 120 sentimeter.

Sementara, Jakarta Selatan mencatat 11 RT tergenang, tersebar di Kelurahan Tanjung Barat, Cipulir, Duren Tiga, Rawajati, Pejaten Timur, dan Kebon Baru. Di wilayah Pejaten Timur, ketinggian air dilaporkan mencapai 210 sentimeter akibat luapan Kali Ciliwung.

Di Jakarta Timur, terdapat 15 RT terdampak banjir di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Cipinang Muara, Kampung Melayu, dan Cipinang Melayu. Ketinggian genangan berkisar antara 20 hingga 110 sentimeter, dipicu curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung serta Kali PHB Sulaiman.

Adapun di Jakarta Utara, banjir melanda 7 RT di Kelurahan Kapuk Muara dengan ketinggian air antara 40 hingga 75 sentimeter akibat hujan deras. Selain permukiman warga, BPBD DKI Jakarta juga mencatat 15 ruas jalan tergenang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Jabodetabek

24 Jan 2026, 09:25 WIBNews