Cuaca Ekstrem, BPBD DKI OMC 8 Kali Habiskan 4 Ton Garam Sebulan

- BPBD DKI Jakarta melaksanakan empat sorti penerbangan OMC dengan menggunakan pesawat Casa 212-200 A-2105 milik TNI Angkatan Udara.
- Pelaksanaan sorti mencapai sembilan kali dengan total bahan semai NaCl sebanyak 4 ribu kilogram dan CaO sebanyak 3.200 kilogram.
- Rincian pelaksanaan sorti meliputi penyemaian Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) pada ketinggian tertentu di wilayah Selat Sunda dan wilayah lain.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta terus menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi. OMC dilaksanakan sejak 30 Januari hingga 1 Februari 2026 mencapai sembilan sorti.
Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga deras di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
“Berdasarkan hasil evaluasi data curah hujan, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca sejak 30 Januari hingga hari ini terindikasi mampu menurunkan curah hujan sebesar 23,85 persen. Upaya ini merupakan bagian dari langkah antisipatif Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangi risiko banjir dan genangan,” ujar Isnawa dalam keterangan, Senin (2/1/2026).
1. BPBD DKI Jakarta gencarkan OMC

Isnawa mengatakan pada Minggu (1/2/2026), BPBD DKI Jakarta kembali melaksanakan empat sorti penerbangan OMC dengan menggunakan pesawat Casa 212-200 A-2105 milik TNI Angkatan Udara.
"Operasi tersebut difokuskan pada wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi daerah pertumbuhan awan hujan, baik di wilayah perairan maupun daratan," katanya.
2. Sebanyak 4 ton garam ditabur

Adapun rincian pelaksanaan sorti meliputi sorti pertama dan kedua yang dilakukan di wilayah Selat Sunda, dengan penyemaian Natrium Klorida (NaCl) masing-masing 800 kilogram pada ketinggian 10 ribu sampai 11 ribu kaki dan 8 ribu hingga 10 ribu kaki.
Sorti ketiga dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bogor dengan penyemaian Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram, pada ketinggian 7 ribu–8 ribu kaki.
Sementara sorti keempat kembali dilakukan di wilayah Selat Sunda, dengan penyemaian NaCl sebanyak 800 kilogram.
Dengan tambahan empat sorti tersebut, total penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca yang telah dilaksanakan sejak 30 Januari hingga 1 Februari 2026 mencapai sembilan sorti.
Adapun total bahan semai yang telah digunakan hingga hari ini tercatat NaCl 4 ribu kilogram atau sekitar 4,4 ton garam dan CaO sebanyak 3.200 kilogram, dengan total jam terbang mencapai 13 jam 10 menit.
3. Terindikasi mampu menurunkan curah hujan 23,85 persen

Berdasarkan hasil pemantauan curah hujan hingga pukul 17.00 WIB, curah hujan tertinggi yang terukur di wilayah DKI Jakarta tercatat 13,2 milimeter, atau masuk kategori hujan ringan. Curah hujan tersebut terjadi di wilayah Jakarta Barat.
Isnawa menyampaikan hasil evaluasi sementara menunjukkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca memberikan dampak positif terhadap pengendalian curah hujan di Jakarta.
“Berdasarkan hasil evaluasi data curah hujan, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca sejak 30 Januari hingga hari ini terindikasi mampu menurunkan curah hujan sebesar 23,85 persen. Upaya ini merupakan bagian dari langkah antisipatif Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangi risiko banjir dan genangan,” ujar Isnawa.
Lebih lanjut, Isnawa menegaskan, BPBD Provinsi DKI Jakarta akan terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya guna memastikan pelaksanaan OMC berjalan optimal dan sesuai dengan analisis dinamika atmosfer terkini.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Provinsi DKI Jakarta merencanakan kembali pelaksanaan empat sorti penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca pada Senin, 2 Februari 2026. Operasi tersebut dijadwalkan dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca serta hasil evaluasi lapangan.

















