Jakarta, IDN Times – Negara-negara BRICS memperkuat kerja sama di bidang pengobatan tradisional, komplementer, dan integratif atau traditional, complementary and integrative medicine (TCIM). Untuk pertama kalinya, para pemimpin BRICS secara resmi menyambut usulan pembentukan kelompok kerja ahli yang secara khusus membahas bidang tersebut.
Komitmen itu tercantum dalam Pernyataan Pemimpin BRICS yang dikeluarkan setelah pertemuan di New Delhi, India, pada 12 September 2026. Dokumen tersebut secara khusus memuat komitmen terkait TCIM, termasuk tindak lanjut dari kesepakatan para menteri kesehatan BRICS pada Juli 2026.
Kelompok kerja yang diusulkan, BRICS Expert Working Group on TCIM, akan berada di bawah BRICS Health Track. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah bagi negara-negara anggota untuk bertukar pengetahuan, memperkuat kolaborasi penelitian, serta membangun kerja sama kebijakan mengenai pengobatan tradisional.
Langkah tersebut menandai pergeseran kerja sama BRICS dari sekadar mengakui pentingnya pengobatan tradisional menuju mekanisme kerja sama yang lebih terstruktur. TCIM juga ditempatkan dalam konteks penguatan sistem kesehatan dan upaya mencapai universal health coverage (UHC).
