5.708 Hektare Kena Karhutla di Kaltim, BNPB Pastikan Penanganan Tuntas

- Karhutla di Kalimantan Timur sepanjang Januari–September 2026 membakar sekitar 5.708,96 hektare. Pada 13 September, terdeteksi 34 titik panas berkepercayaan tinggi dan 24 kejadian kebakaran.
- Dari 712,94 hektare lahan pada 24 lokasi kebakaran, 392,99 hektare telah dipadamkan. Sebanyak 319,95 hektare masih ditangani dan seluruhnya berada di kawasan IKN.
- BNPB memastikan dukungan pusat berlanjut hingga kondisi kondusif, melibatkan 4.068 personel, operasi darat-udara, OMC di Berau, serta distribusi 47 tangki air.
Jakarta, IDN Times - Data menunjukkan luas area terbakar dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan Timur sejak Januari hingga September 2026 mencapai sekitar 5.708,96 hektare.
Kepala BNPB, Suharyanto, mengatakan, dukungan pemerintah pusat dalam penanganan karhutla di Kalimantan Timur terus berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Hal ini disampaikannya dalam forum pembahasan penanganan bencana karhutla, meliputi keterpaduan satuan petugas gabungan di lapangan, dukungan operasi darat dan udara, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC), dan pemenuhan sarana prasarana guna mendukung percepatan penanganan karhutla, Senin (14/9/2026).
1. Kepala BNPB tegaskan komitmen pemerintah pusat dampingi karhutla hingga tuntas

Kepala BNPB, Suharyanto. (IDN Times/Mhd. Saifullah) Suharyanto mengatakan, pemerintah pusat berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat Kalimantan Timur hingga penanganan karhutla selesai.
“BNPB bersama seluruh kementerian atau lembaga terkait berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat Kaltim hingga api padam tuntas dan situasi kembali kondusif,” kata Suharyanto dikutip dari siaran pers, Selasa (15/9/2026).
Dia mengatakan, BNPB bersama seluruh unsur satgas juga akan melanjutkan penanganan sesuai perkembangan kondisi di lapangan dengan mengutamakan keterpaduan operasi dan dukungan terhadap upaya pemadaman hingga situasi terkendali.
2. Seluas 392,99 hektare lahan berhasil dipadamkan, 319,95 hektare lainnya masih dalam penanganan

Titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi di dalam kawasan konsesi perusahaan sepanjang Agustus 2026. (Foto: Walhi Kaltim) Menurut data BPBD Kalimantan Timur, sejak Januari hingga September 2026 luas area terbakar mencapai sekitar 5.708,96 hektare. Pada Minggu (13/9/2026), terpantau 34 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Kemudian, terdapat 24 titik kejadian kebakaran dengan estimasi luas terbakar sekitar 712,94 hektare.
Dari luas lahan tersebut, sekitar 392,99 hektare telah berhasil dipadamkan, mencakup atas 377,99 hektare melalui penanganan darat dan 15 hektare lahan ditangani melalui dukungan operasi udara.
"Sementara itu, sekitar 319,95 hektare lahan masih dalam penanganan dan seluruhnya berada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN)," ujar Suharyanto.
3. Kolaborasi penanganan karhutla dari unsur pemerintah hinga relawan dan dukungan operasi udara serta OMC

Peserta apel persiapan pengendalian Karhutla di IKN dan Kaltim. Sumber foto Tim Komunikasi OIKN (IDN Times/Ervan) Penanganan karhutla di Kaltim dilaksanakan secara kolaboratif dan terpadu melibatkan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, OIKN, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mempercepat pemadaman dan mencegah api menjalar ke wilayah lain.
Lebih lanjut, dukungan operasi udara disiapkan sesuai kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan, terutama guna membantu tim satgas di darat ketika menangani lokasi yang terkendala akses pemadaman.
Di samping itu, BNPB juga menindaklanjuti permintaan OMC dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kapolda Kalimantan Timur. Pelaksanaan OMC pada wilayah Berau dan sekitarnya dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer serta potensi pertumbuhan awan hujan berdasarkan pemantauan BMKG.
4. Personel penanganan karhutla di Kalimantan Timur mencapai sekitar 4.068 orang

Kepala BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito melaksanakan koordinasi dengan Gubernur Kaltim, Isran Noor dan kepala daerah kabupaten/ kota se Kaltim. (IDN Times/ Fatmawati) BNPB melaporkan, kekuatan personel penanganan karhutla di Kalimantan Timur mencapai sekitar 4.068 orang yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan unsur terkait lainnya. Di kawasan IKN, sekitar 324 personel dikerahkan untuk mendukung penanganan, termasuk unsur pemerintahan di tingkat kabupaten dan kecamatan.
Dalam pelaksanaanya, kebutuhan pendukung operasi penanganan karhutla dipenuhi secara bertahap melalui koordinasi BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait dari sisi sarana dan prasarana. Dukungan tersebut berasal dari Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, dan Mabes Polri, termasuk distribusi tangki air. Hingga kini, sebanyak 47 tangki air telah didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan.
Dengan memprioritaskan keterpaduan operasi, BNPB bersama seluruh unsur satgas akan melanjutkan penanganan sesuai perkembangan kondisi di lapangan hingga situasi kondusif dan terkendali.



















