Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bus Masuk Jurang di Ethiopia, 31 Orang Tewas
Garis polisi (unsplash.com/Jenn)
  • Sebuah bus berpenumpang 64 orang jatuh ke jurang sedalam 100 meter di wilayah Amhara, Ethiopia, menewaskan 31 orang dan melukai 33 lainnya.
  • Kecelakaan terjadi saat bus dari Kota Dessie menuju Addis Ababa kehilangan kendali di jalur perbukitan curam kawasan Harego 'S'.
  • Proses evakuasi korban terhambat karena medan sulit dan minimnya fasilitas medis, membuat penanganan darurat berjalan lambat di tengah keterbatasan infrastruktur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah bus penumpang yang mengangkut 64 orang jatuh ke jurang sedalam 100 meter di wilayah Amhara, Ethiopia, pada Senin (15/6/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan 31 orang meninggal dunia dan 33 penumpang lainnya terluka.

Kepolisian bersama otoritas penyelamat setempat langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban. Kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti hilangnya kendali kendaraan tersebut.

1. Kronologi bus terperosok di kawasan perbukitan curam

Bus penumpang tersebut sedang dalam perjalanan dari Kota Dessie menuju ibu kota Ethiopia, Addis Ababa. Kendaraan ini harus melintasi kawasan Harego 'S' yang didominasi oleh jalur perbukitan.

Saat melewati medan yang terjal, bus mendadak kehilangan kendali. Kendaraan tersebut langsung meluncur keluar jalur dan jatuh dari tebing.

Bus akhirnya terperosok ke dasar jurang yang memiliki kedalaman sekitar 100 meter. Benturan keras menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan parah di lokasi kejadian.

2. Jumlah korban jiwa dan luka yang terus meningkat

Saat memulai perjalanannya, bus tersebut tercatat mengangkut total 64 penumpang. Jumlah korban jiwa dilaporkan terus bertambah seiring berjalannya proses evakuasi di dasar jurang.

Kepolisian Amhara mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia telah mencapai 31 orang, termasuk pengemudi bus tersebut. Sementara itu, 33 penumpang lainnya tercatat mengalami luka-luka.

Komandan Getachew Muhiye dari Kepolisian Amhara memberikan keterangan resmi terkait rincian jumlah korban kecelakaan ini.

"Kendaraan jatuh dari tebing dan 31 orang meninggal termasuk pengemudi, dengan 33 orang menderita luka serius dan ringan," kata Muhiye, dilansir Times of India.

3. Evakuasi terhambat minimnya infrastruktur medis

Proses penyelamatan korban menghadapi hambatan besar karena medan yang menyulitkan. Tantangan ini diperparah oleh minimnya fasilitas darurat di wilayah Amhara yang tengah dilanda konflik.

Daerah tersebut diketahui tidak memiliki layanan ambulans yang memadai. Akibatnya, warga dan petugas kepolisian terpaksa mengevakuasi para korban ke rumah sakit menggunakan kendaraan umum seadanya.

Keterlambatan penanganan medis darurat ini berdampak fatal bagi sebagian penumpang yang terluka parah. Perwakilan Divisi Kepolisian Administrasi Kota Kombolcha membenarkan situasi tersebut.

"Banyak orang meninggal karena keterlambatan tanggap darurat sebab daerah tersebut kekurangan infrastruktur dasar dan layanan ambulans," jelasnya, dikutip dari Associated Press.

Pemerintah setempat telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Pihak rumah sakit di sekitar lokasi terus fokus memberikan perawatan intensif bagi para penumpang yang selamat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article