Proses penyelamatan korban menghadapi hambatan besar karena medan yang menyulitkan. Tantangan ini diperparah oleh minimnya fasilitas darurat di wilayah Amhara yang tengah dilanda konflik.
Daerah tersebut diketahui tidak memiliki layanan ambulans yang memadai. Akibatnya, warga dan petugas kepolisian terpaksa mengevakuasi para korban ke rumah sakit menggunakan kendaraan umum seadanya.
Keterlambatan penanganan medis darurat ini berdampak fatal bagi sebagian penumpang yang terluka parah. Perwakilan Divisi Kepolisian Administrasi Kota Kombolcha membenarkan situasi tersebut.
"Banyak orang meninggal karena keterlambatan tanggap darurat sebab daerah tersebut kekurangan infrastruktur dasar dan layanan ambulans," jelasnya, dikutip dari Associated Press.
Pemerintah setempat telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Pihak rumah sakit di sekitar lokasi terus fokus memberikan perawatan intensif bagi para penumpang yang selamat.