Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Istana Sampaikan Duka Gempa Sulteng, Pastikan Korban Ditangani

Istana Sampaikan Duka Gempa Sulteng, Pastikan Korban Ditangani
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • Istana menyampaikan duka cita atas gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah dan memastikan seluruh korban mendapat penanganan terbaik melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.
  • BNPB melaporkan satu korban meninggal dunia serta total 312 jiwa terdampak, dengan puluhan warga mengalami luka ringan hingga berat di beberapa kabupaten.
  • Sebanyak 67 rumah dan sejumlah fasilitas publik rusak akibat gempa, dengan kerusakan terparah terjadi di Kabupaten Sigi yang mencatat puluhan bangunan terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan duka cita gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,7 yang terjadi di Sulawesi Tengah Sulteng, pada Selasa (16/6/2026). Dalam peristiwa itu, ada seorang warga meninggal dunia.

"Yang kedua juga kami mohon izin menyampaikan rasa duka cita terhadap kejadian gempa di Palu kemarin, yang ada satu korban meninggal dunia dan beberapa yang sedang dirawat," ujar Prasetyo di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026).

1. Istana pastikan korban ditangani dengan baik

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam kesempatan itu, Prasetyo memastikan korban ditangani dengan baik. Istana juga sudah berkoordinasi dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.

"Pagi tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan juga dengan Gubernur Sulawesi Tengah, untuk memastikan seluruh penanganan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan termasuk terus memberikan informasi kepada masyarakat untuk tidak boleh lengah, tetap waspada apabila mengantisipasi kejadian gempa-gempa susulan," kata dia.

2. Ada 312 jiwa terdampak

Salah satu bangunan yang terdampak gempa M 6,7 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Dok. Basarnas Palu
Salah satu bangunan yang terdampak gempa M 6,7 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Dok. Basarnas Palu

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Sigi yang menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa jumlah warga terdampak dan kerusakan bangunan masih terus bertambah seiring proses pendataan di lapangan. Hingga Selasa malam, tercatat 110 kepala keluarga (KK) atau 312 jiwa terdampak akibat bencana tersebut.

Berdasarkan laporan yang dihimpun BNPB hingga pukul 19.00 WIB, sebanyak 25 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat. Satu korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Kabupaten Sigi.

Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan dampak korban paling besar. Tercatat sebanyak 89 KK atau 272 jiwa terdampak di daerah tersebut, dengan rincian 22 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.

Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong mencatat sekitar 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga mengalami luka dan masih dalam pendataan lebih lanjut.

3. Ada 67 rumah terdampak gempa

Seorang anak memperhatikan bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). (ANTARA FOTO/Basri M
Seorang anak memperhatikan bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Abdul Muhari menjelaskan bahwa pendataan kerusakan bangunan juga mengalami peningkatan seiring bertambahnya laporan dari daerah terdampak. Hingga saat ini, sedikitnya 67 unit rumah dilaporkan terdampak akibat gempa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 unit rumah mengalami rusak ringan, enam unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat. Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi penghubung Palu–Sigi–Poso yang mengalami amblas.

Kerusakan paling banyak dilaporkan berada di Kabupaten Sigi. Sebanyak 47 unit rumah terdampak, terdiri atas 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Di wilayah tersebut juga tercatat enam fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran terdampak, satu jembatan terdampak, serta satu unit UMKM mengalami kerusakan. Sementara itu, Kabupaten Poso mencatat lima unit rumah terdampak dan tiga rumah rusak ringan, sedangkan Kabupaten Parigi Moutong melaporkan sekitar 15 unit rumah terdampak.

Adapun di Kota Palu, keretakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III. Satu fasilitas umum, satu hotel, dan satu tempat usaha juga dilaporkan mengalami kerusakan, sementara pendataan di Kabupaten Donggala masih terus dilakukan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More