Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ungkap Risiko Penyalahgunaan AI, Menkomdigi Sebut Biaya Penipuan Nyaris Nol

Ungkap Risiko Penyalahgunaan AI, Menkomdigi Sebut Biaya Penipuan Nyaris Nol
Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia (Menkomdigi), Meutya Hafidz di acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Menkomdigi Meutya Hafid menyoroti risiko penyalahgunaan AI yang bisa memperlebar kesenjangan digital dan membuat data pribadi semakin rentan di era teknologi canggih.
  • Ia menegaskan bahwa biaya penipuan dengan AI nyaris nol, sementara deepfake lintas negara menjadi tantangan global yang perlu dihadapi bersama oleh berbagai pemerintah.
  • Indonesia Summit 2026 oleh IDN Media menghadirkan pemimpin nasional serta meluncurkan survei Millennial and Gen-Z Report 2027 untuk menggali aspirasi generasi muda Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengungkapkan bahaya yang bisa muncul jika kecerdasan buatan atau akal imitasi (artificial intelligence/AI) tidak diarahkan dengan baik.

Segala risiko yang terjadi dari penyalahgunaan AI tidak hanya berdampak bagi Indonesia, tetapi juga dunia secara keseluruhan.

"Jika akses terhadap AI tidak merata, kesenjangan akan semakin lebar, baik di dalam negeri maupun juga antarnegara. Seiring AI menjadi semakin canggih, data kita menjadi semakin bernilai, sekaligus juga semakin rentan," kata Meutya saat menyampaikan keynote speech di Indonesia Summit 2026 by IDN, Rabu (17/6/2026).

Meutya kemudian mencontohkan, penyalahgunaan AI membuat biaya dalam melakukan penipuan nyaris nol. Itu artinya, penipuan menjadi semakin mudah, murah, dan semua orang bisa melakukannya.

"Sementara deepfake tidak mengenal batas negara, artinya dia bisa berjalan, dia gak dicek di imigrasi, dia tidak diperiksa di bandara, dan ini memang tantangan yang harus dijawab bersama terkhusus oleh negara-negara kawasan," ujar dia.

Meski begitu, Meutya mengingatkan segala kekhawatiran tersebut tidak semestinya menjadi penghambat atau bahkan apatis dalam penggunaan AI.

"Justru ini menjadi alasan untuk bertindak dengan strategi yang jelas, tidak boleh menyerahkan masa depan AI pada kebetulan saja," kata dia.

IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age," IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.

IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.

Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More