potret Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi (tasnimnews.ir/Hamed Malekpour via commons.wikimedia.org/Hamed Malekpour)
Sebelumnya, Iran sudah memberikan proposal perdamaian terbaru ke AS pada hari ke-3 sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Kamis (24/9/2026). Sama seperti sebelumnya, proposal itu diberikan lewat Qatar yang berperan sebagai mediator. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sudah membeberkan isi proposal itu kepada media pada Jumat (25/9/2026) kemarin.
Araghchi menjelaskan, proposal terbaru yang diberikan ke AS berisi rencana pembukaan Selat Hormuz. Jadi, Teheran akan meminta Washington untuk mencabut blokade semua pelabuhannya, menghapus sanksi atas penjualan minyak mereka, melepaskan aset mereka yang dibekukan senilai sekitar 12 miliar dolar AS (Rp214 triliun), dan mematuhi gencatan senjata di Lebanon dan Yaman.
Sebagai gantinya, Iran akan menuruti permintaan AS untuk membuka Selat Hormuz. Araghchi mengatakan, upaya ini kemungkinan akan memakan waktu 4 sampai 5 hari. Setelah itu, Selat Hormuz baru bisa dibuka secara penuh pada hari Ke-6 atau ke-7.