Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat kehebohan di Inggris setelah mengumumkan Perdana Menteri Keir Starmer akan mengundurkan diri, bahkan sebelum ada pernyataan resmi dari Starmer sendiri. Melalui unggahan di media sosial pada Minggu (21/6/2026), Trump menyatakan pemimpin Partai Buruh itu akan meninggalkan jabatannya sebagai perdana menteri. Trump juga mengkritik kebijakan Starmer terkait imigrasi dan energi.
“Keir Starmer akan mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Inggris,” tulis Trump di media sosial Truth Social miliknya, dikutip dari The Washington Post, Senin (22/6/2026).
Ia menambahkan, Starmer telah gagal total dalam kebijakan imigrasi dan energi. “Saya mendoakan yang terbaik untuknya!” lanjut Trump.
Pernyataan itu muncul di tengah spekulasi yang terus berkembang mengenai masa depan politik Starmer, menyusul hasil buruk Partai Buruh dalam pemilu lokal pada Mei lalu serta meningkatnya tekanan internal terhadap kepemimpinannya. Namun, benarkah Starmer akan mundur seperti pernyataan Trump? Cek faktanya di sini.
