Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya meminta Chief Executive Officer (CEO) Google Sundar Pichai untuk mengganti nama Samudra Atlantik di peta digital, namun permintaan tersebut ditolak mentah-mentah. Dalam rapat umum di Clemson, South Carolina, pada Rabu (21/10/2026).
"Saya hanya menyukai dua samudra: Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. Saya tidak akan menaruh nama Trump atau Amerika di samudra lain selain dua ini. Jadi kami serius melihat Samudra Atlantik, dan saya menelepon Google Maps, yang sangat hebat dengan danau ... Mereka masih terguncang dari Teluk. Saya berkata: 'Sundar, saya sedang memikirkan Samudra Atlantik,'" katanya, dikutip The Guardian.
Permintaan kontroversial ini muncul menyusul dua perintah eksekutif sebelumnya yang telah ia teken terkait perubahan nama wilayah perairan di AS. Pichai dinilai sebagai sosok yang brilian dan sempat ditanyai kesanggupannya untuk menangani usulan tersebut.
