Sebagaimana diketahui, setelah lebih dari tiga hari, akhirnya sembilan WNI yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, dapat keluar dari tahanan Israel. Namun, sebelum kembali ke Tanah Air, mereka akan menjalani serangkaian tes kesehatan oleh pihak Turki.
“Akan ada proses testimoni, visum, dan tes kesehatan oleh pihak Turki, dan secepatnya akan kita pulangkan ke Tanah Air jika proses di Turki sudah selesai,” kata Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, dalam pesan singkat, Jumat (22/5/2026).
Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, mengungkapkan sembilan WNI yang tergabung dalam misi GSF 2.0 dalam keadaan sehat. Namun, mereka sempat mengalami kekerasan fisik saat ditangkap dan ditahan Israel.
“Kami Konsul Jenderal RI di Istabul, alhamdulillah bersama sembilan saudara kita yang bergabung dalam misi GSF, telah bersama dengan kita dalam kondisi sehat walafiat, walaupun mereka selama 3-4 hari ditahan mengalami kekerasan fisik, ada yang ditendang, dipukul hingga disetrump,” kata Darianto dalam video yang diunggah akun Instagram resmi @Menlu_RI.
Pada Kamis, 21 Mei 2026, beredar video penyiksaan dan pelecehan yang dilakukan militer Israel dan pejabat Negeri Bintang Daud itu kepada para aktivis GSF. Aksi itu mendapat kecaman tak hanya dari luar negeri, namun juga di internal pemerintahan.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegur Menteri Keamanan sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, yang melakukan penghinaan dan pelecehan verbal. Ia bahkan disebut ‘bukan wajah Israel’ oleh Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar.
Berikut ini sembilan WNI yang diculik Israel:
1. Herman Budianto Sudarsono. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa - (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef
4. ASAD ARAS MUHAMMAD - (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo. (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono. (REPUBLIKA) Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho - (Tempo) Kapal Ozgurluk
9. Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan Kontributor Media)