Lithuania Bakal Cabut Larangan Penempatan Senjata Nuklir

- Sebanyak 50 anggota parlemen Lithuania mendukung usulan Presiden Gitanas Nauseda untuk mencabut larangan penempatan senjata nuklir, sebagai respons terhadap memburuknya situasi keamanan di kawasan Baltik.
- Perusahaan pertahanan laut Prancis, Naval Group, akan membangun empat laboratorium inovasi bernama Shield Lab di Lithuania guna memperkuat teknologi pertahanan dan kerja sama dengan universitas lokal.
- Menteri Pertahanan Robertas Kaunas menegaskan bahwa senjata nuklir hanya akan dikirim ke Lithuania saat krisis, sesuai kesiapan NATO dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara tersebut.
Jakarta, IDN Times - Sebanyak 50 anggota parlemen Lithuania mendukung proposal Presiden Lithuania, Gitanas Nauseda untuk mencabut larangan penempatan senjata nuklir di negaranya. Rencana ini menyusul memburuknya situasi keamanan di kawasan Baltik.
Sebelumnya, Lithuania di bawah koalisi pemerintahan baru berupaya mempermanenkan tentara Amerika Serikat (AS) di negaranya. Rencana ini untuk meningkatkan keamanan negara Baltik itu dari ancaman Rusia.
Rencana ini mengikuti langkah Finlandia yang sudah terlebih dahulu mencabut larangan penempatan senjata nuklir. Langkah ini rentetan dampak dari invasi skala besar Rusia ke Ukraina.
1. Nauseda sebut situasi geopolitik semakin memburuk

Nauseda mengatakan, situasi geopolitik semakin memburuk dari hari ke hari. Maka dari itu, pengiriman dan penempatan senjata nuklir di Lithuania sangat dibutuhkan untuk mencegah krisis keamanan di kawasan Baltik.
“Kondisi geopolitik semakin memburuk. Konstitusi kami ditulis ketika situasi geopolitik saat itu berbeda dengan apa yang terjadi beberapa tahun terakhir,” tuturnya, dikutip dari TVP World, Sabtu (4/7/2026).
Nauseda mengatakan belum ada rencana untuk menempatkan senjata nuklir. Akan tetapi, pencabutan kebijakan tersebut akan membuat Lithuania lebih tanggap jika situasi keamanan tiba-tiba berubah.
2. Perusahaan pertahanan laut Prancis bangun laboratorium di Lithuania

Pada pekan yang sama, perusahaan pertahanan laut Prancis, Naval Group setuju membangun empat institusi penelitian dan laboratorium inovasi di Lithuania. Langkah ini untuk membantu Lithuania membangun teknologi untuk Angkatan Laut Lithuania dan program pertahanan Eropa.
Laboratorium tersebut akan dinamai Shield Lab, yang bekerja sama dengan beberapa universitas, seperti Kaunas University of Technology, Klaipeda University, Baltic Institute of Advanced Technology. Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan persaingan internasional di sektor pertahanan.
3. Menhan Lithuania sebut senjata nuklir hanya dikirim saat krisis

Pada awal Juni, Menteri Pertahanan Lithuania, Robertas Kaunas mengatakan bahwa pengiriman senjata nuklir ke Lithuania hanya mungkin saat krisis. Menurutnya, anggota NATO harus mempersiapkan semuanya jika memang dibutuhkan.
Dilansir LRT, Kaunas menyebut, Lithuania harus mempertahankan kemerdekaan dan keamanannya saat krisis. Alhasil, Lithuania boleh menggunakan apapun yang disediakan oleh NATO, termasuk menggunakan senjata nuklir milik AS maupun Prancis.



















