Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Iran-Oman Teken Kesepakatan soal Aturan Lalu Lintas di Selat Hormuz

Iran-Oman Teken Kesepakatan soal Aturan Lalu Lintas di Selat Hormuz
Kapal-kapal sedang berlayar di Selat Hormuz. (commons.wikimedia.org/MC2 Indra Beaufort)
Intinya Sih
  • Iran dan Oman menandatangani kesepakatan baru soal aturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, menegaskan hanya kedua negara itu yang berhak mengatur perairan strategis tersebut.
  • Amerika Serikat mengecam langkah Iran yang ingin memungut tarif pelayaran di Selat Hormuz, karena dianggap melanggar prinsip kebebasan navigasi di laut internasional.
  • Iran tetap bersikeras menguasai penuh Selat Hormuz meski bertentangan dengan hukum laut internasional UNCLOS yang menyatakan selat itu sebagai wilayah perairan bebas bagi semua negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran dan Oman telah meraih kesepakatan bersama soal aturan lalu lintas di Selat Hormuz. Kabar itu disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, saat menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat China pada Jumat (3/6/2026). 

Menurut Ghalibaf, kesepakatan itu sudah disesuaikan dengan nota kesepahaman (MoU) perdamaian dengan Amerika Serikat. Dalam kesepakatan tersebut, AS tidak boleh ikut campur soal aturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Sebab, hanya Iran dan Oman yang berhak atas kendali di perairan tersebut. 

1. Iran sebelumnya sudah bertemu dengan Oman untuk bahas Selat Hormuz

Bendera Oman sedang berkibar.
potret bendera Oman (pexels.com/Ugurcan Ozmen)

Sebelumnya, delegasi Iran sudah melakukan pertemuan dengan delegasi Oman untuk membahas Selat Hormuz. Pertemuan itu dihelat pada 23 Juni lalu. Dalam pertemuan tersebut, Teheran dan Muscat membahas perihal penerapan tarif untuk kapal-kapal yang ingin berlayar di Selat Hormuz. 

Pertemuan itu langsung dikecam oleh AS. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan tidak akan mengizinkan Iran memungut tarif apa pun untuk kapal-kapal yang ingin melewati Selat Hormuz. Sebab, Selat Hormuz merupakan laut internasional yang bebas dilewati oleh kapal dari negara mana pun.    

2. Iran ingin menguasai Selat Hormuz selamanya

Peta Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Namun, Iran tidak menggubris kecaman Rubio. Sebab, Iran memang sangat ngebet untuk menguasai Selat Hormuz secara penuh. Negara Islam Syiah itu menganggap Selat Hormuz adalah bagian dari kedaulatan mereka. Bahkan, seorang sumber internal dari Iran pada Rabu (1/7/2026) mengatakan, negaranya ingin menguasai Selat Hormuz selamanya. 

Sumber tadi menambahkan, Pemerintah Iran juga bakal memperjuangkan kontrol Selat Hormuz dalam negosiasi dengan AS. Sebab, negosiasi Iran dan AS kini sedang kembali berlangsung usai kedua negara saling serang pada pekan lalu. Kedua negara juga akan kembali melanjutkan negosiasi di Doha, Qatar, usai prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei rampung pada Kamis (9/7/2026) pekan depan.

3. Keinginan Iran menguasai Selat Hormuz bertentangan dengan UNCLOS

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

Namun, keinginan Iran untuk menguasai Selat Hormuz secara penuh sebetulnya bertentangan dengan aturan hukum laut internasional (UNCLOS). Sebab, Selat Hormuz merupakan perairan internasional sehingga negara mana pun tidak berhak menguasainya. Apalagi, sampai mematok tarif untuk kapal-kapal yang melintas di sana. 

Berbeda dengan terusan, seperti Terusan Suez dan Terusan Panama. Keduanya merupakan jalur khusus yang dibuat oleh sejumlah negara guna memangkas waktu pelayaran kapal-kapal dagang. Oleh karena itu, negara-negara yang membuat terusan diperbolehkan untuk mematok tarif untuk kapal-kapal yang ingin melintasi di dana. Tarif tersebut merupakan timbal balik karena kapal-kapal tadi jadi bisa memangkas waktu perjalanan mereka untuk mengirim barang ke negara tujuan. Jika waktu perjalanan berkurang, biaya pengiriman barang juga bakal ikut menurun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More