ilustrasi bendera Amerika Serikat. (unsplash.com/Brandon Mowinkel)
Pemerintah AS telah menyerahkan dokumen rencana pembangunan setebal 106 halaman pada Jumat (30/10/2026). Proposal tersebut merancang bangunan megastruktur setinggi lebih dari 12 lantai yang dilengkapi patung perunggu Lady Liberty bersayap dengan obor api abadi. Tinggi tugu ini melampaui Patung Liberty dengan selisih sekitar 30 meter dan dua kali lipat lebih tinggi dari Monumen Lincoln.
Bagian dalam monumen akan dilengkapi dua lantai mezanin, dek observasi dengan pemandangan arah timur dan barat, ruang kantor, ruang staf, serta pusat komando pemadam kebakaran. Trump sebelumnya menyatakan struktur menyerupai Arc de Triomphe di Paris ini turut berfungsi sebagai fasilitas keamanan nasional. Ia menyebut bangunan itu akan menampung banyak pesawat nirawak (drone), penembak jitu di bagian atap dan plaza, serta gudang amunisi. Namun, dokumen rencana akhir yang diajukan pemerintah tidak mencantumkan fasilitas militer tersebut.
Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, membela proyek ini sebagai upaya memperindah ibu kota dan menghormati jasa para pahlawan sepanjang 250 tahun sejarah AS. Monumen itu diklaim akan menjadi gerbang ikonik menuju Taman Makam Pahlawan Nasional Arlington bagi para veteran dan keluarga tentara yang gugur. Sebaliknya, pemerintah Virginia menilai proyek tersebut justru merusak kesakralan makam pahlawan dan menghalangi pemandangan bersejarah.
"Virginia sangat bangga menjadi rumah bagi Taman Makam Pahlawan Nasional Arlington, tempat peristirahatan terakhir bagi generasi pahlawan Amerika yang mengorbankan nyawa demi membela negara kita. Proyek ambisi pribadi Presiden Trump yang ilegal ini merupakan penghinaan terhadap tanah suci ini dan pengorbanan luar biasa yang diwakilinya," kata Jones.