China Dorong Penguatan Kerja Sama dengan Jerman dan Swiss

- Presiden China Xi Jinping mendorong penguatan kerja sama dengan Eropa dalam pertemuan terpisah bersama Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Presiden Swiss Guy Parmelin di Beijing.
- Xi menegaskan China memandang Uni Eropa sebagai mitra, serta meminta dialog setara untuk menyelesaikan perbedaan dan mengutamakan keterbukaan dibanding isolasi atau konfrontasi.
- Bersama Swiss, China mendorong perdagangan bebas dan memperbarui perjanjian bilateral, disertai dokumen kerja sama di bidang penelitian ilmiah, ketenagakerjaan, dan media.
Jakarta, IDN Times - Presiden China Xi Jinping mendesak penguatan kerja sama antara negaranya dan Eropa saat menggelar pertemuan terpisah dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Presiden Swiss Guy Parmelin di Beijing, Jumat (30/10/2026). Pertemuan bilateral ini membahas hubungan ekonomi, perdagangan, serta kemitraan diplomatik antara China dan kawasan Eropa.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengenai agenda diplomasi yang berlangsung di ibu kota. Dilansir Anadolu Agency, Xi menegaskan sikap negaranya yang mengedepankan keterbukaan dan penyelesaian perbedaan melalui dialog yang setara.
1. Sikap China terhadap kemitraan dengan Uni Eropa

bendera Uni Eropa (unplash.com/ALEXANDRE LALLEMAND) Xi menyatakan bahwa China selalu memandang Uni Eropa sebagai mitra dan berkomitmen mengembangkan hubungan China-Uni Eropa dengan ketulusan serta niat baik. Menurut dia, sejarah dan kenyataan telah berulang kali membuktikan bahwa bagi China dan Uni Eropa, kerja sama selalu melampaui persaingan serta konsensus melampaui perbedaan. Dia mengakui hubungan kedua pihak telah melalui banyak hal, namun persoalan yang muncul selama proses kerja sama dipandang sebagai masalah pembangunan dan dinamika dalam proses kemajuan.
"Selama kedua belah pihak tetap berkomitmen pada karakterisasi kemitraan dan menjunjung tinggi dialog yang setara, perbedaan dan masalah akan selalu dapat diselesaikan," ujar Xi. Dia menambahkan bahwa perbedaan dan persoalan tersebut dapat diselesaikan serta tidak akan menghambat perkembangan hubungan China dan Uni Eropa pada masa mendatang.
2. Pesan keterbukaan dalam pertemuan dengan Jerman

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier (President.gov.ua, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons) Dalam pembicaraan bersama Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, Xi mendesak kedua negara untuk mengirimkan pesan positif dengan memilih jalur keterbukaan dan kerja sama dibanding mengambil sikap isolasi atau konfrontasi.
"Hakikat hubungan perdagangan dan ekonomi China-Uni Eropa terletak pada komplementaritas dan saling menguntungkan," tutur Xi yang juga mendesak adanya rasa saling menghormati, saling memahami, dan saling mengakomodasi. Selain itu, Xi berharap China dan Uni Eropa bekerja sama mendorong terciptanya dunia multipolar yang setara dan tertib. Dia mengajak Uni Eropa untuk bersama-sama mewujudkan globalisasi ekonomi yang inklusif dan bermanfaat secara universal.
3. Peningkatan kerja sama perdagangan bebas dengan Swiss

Presiden Swiss Guy Parmelin (Béatrice Devènes / Bundeskanzlei, Attribution, via Wikimedia Commons) Saat bertemu Presiden Swiss Guy Parmelin, Xi mendorong kerja sama yang lebih erat untuk membangun kepastian dan kepercayaan dalam hubungan ekonomi China-Eropa serta ekonomi global. Dilansir Xinhua, Xi menyebut Swiss sebagai mitra penting di Eropa yang hubungan kerja samanya konsisten berada di garis depan. Dia menilai kerja sama perdagangan bebas merupakan pencapaian kunci yang menunjukkan komitmen kedua negara dalam mendukung ekonomi dunia yang terbuka.
China menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Swiss guna menjunjung keterbukaan, memperdalam kolaborasi, dan mempromosikan globalisasi ekonomi yang inklusif. Setelah sesi pertemuan tersebut selesai, kedua pemimpin negara menyaksikan penandatanganan protokol pembaruan perjanjian perdagangan bebas bilateral. Keduanya juga menyaksikan pengesahan beberapa dokumen kerja sama tambahan yang meliputi sektor penelitian ilmiah, ketenagakerjaan, dan media.





















