Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dugaan Eksploitasi Pekerja China di Finlandia, 9 Orang Ditangkap

2 min read
Dugaan Eksploitasi Pekerja China di Finlandia, 9 Orang Ditangkap
Ilustrasi penangkapan (Unsplash.com/Rainer Bleek)
  • Polisi Finlandia menangkap sembilan orang atas dugaan perdagangan orang dan pelanggaran izin imigrasi terhadap pekerja migran China di proyek pabrik material baterai di Kotka.
  • Penyidikan menyoroti agensi lokal dan mitra China yang diduga mengurus kedatangan sekaligus mengeksploitasi pekerja; empat tersangka ditahan, termasuk Direktur Jiangsu Installation Finland.
  • Pemilik proyek Easpring Finland New Materials memulai pemutusan kerja sama proyek 800 juta euro, sementara polisi melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap korban dan pihak lain yang terlibat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Finlandia menangkap sembilan orang terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang terhadap pekerja migran asal China di pabrik material baterai, pada Jumat (30/10/2026). Selain eksploitasi tenaga kerja, aparat menduga adanya keterlibatan sindikat kejahatan terorganisasi dalam pengurusan izin masuk para pekerja ke Finlandia.

Penyelidikan kasus ini dipimpin langsung oleh unit investigasi perdagangan orang dari Departemen Kepolisian Helsinki. Aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas terhadap jaringan penyalur tenaga kerja guna mengungkap pelanggaran hukum ketenagakerjaan dan keimigrasian.

  1. 1. Penangkapan sembilan tersangka dugaan perdagangan pekerja asal China

    Polisi sedang menangkap seseorang.
    ilustrasi penangkapan (pexels.com/Kindel Media)

    Penyidikan resmi telah dimulai sejak 10 September 2026 setelah polisi menerima laporan terkait eksploitasi tenaga kerja. Kasus ini menimpa kelompok besar pekerja asal China di proyek pembangunan pabrik material baterai di Kota Kotka yang telah beroperasi sejak awal tahun 2026.

    Penyidik menemukan fakta bahwa para pekerja hanya bisa berbahasa Mandarin dan tidak memahami hukum ketenagakerjaan di Finlandia, termasuk hak pekerja serta kewajiban pihak pemberi kerja.

    Dari sembilan orang yang diamankan, empat di antaranya telah resmi ditahan. Polisi menjerat para tersangka dengan pasal tindak pidana perdagangan orang dan pelanggaran berat izin masuk imigran.

  2. 2. Penyelidikan terhadap keterlibatan agensi penyalur tenaga kerja

    ilustrasi penyelidikan kasus (pexels.com/rodnae-prod)
    ilustrasi penyelidikan kasus (pexels.com/rodnae-prod)

    Penyelidikan kepolisian saat ini difokuskan pada agensi penyalur lokal dan perusahaan mitra asal China yang diduga bersekongkol memfasilitasi izin kedatangan sekaligus mengeksploitasi para pekerja.

    Pengadilan Distrik Kymenlaakso telah menahan Jin Zhang, Direktur Utama Jiangsu Installation Finland. Perusahaan tersebut terafiliasi dengan JSI, subkontraktor dari kontraktor utama China Harbour Engineering Company. Menanggapi kasus ini, pihak pemilik proyek, Easpring Finland New Materials, langsung memulai proses pemutusan kontrak kerja sama pada proyek bernilai 800 juta euro (Rp16,19 triliun) tersebut.

    "Klien kami membantah seluruh tuduhan pidana dan bersikap kooperatif untuk membuktikan bahwa tidak ada hukum yang dilanggar," tegas kuasa hukum Jin Zhang, Jukka Sankamo, dilansir Daily Finland.

  3. 3. Kelanjutan proses hukum kasus eksploitasi pekerja asing

    bendera China
    ilustrasi bendera China (pexels.com/J.D. Books)

    Pihak kepolisian belum merinci perkiraan jumlah korban maupun hasil pemeriksaan terhadap para tersangka yang ditahan. Hingga saat ini, Kedutaan Besar China di Helsinki juga belum memberikan pernyataan resmi terkait penangkapan warganya.

    Kasus ini mengungkap kerentanan pekerja migran terhadap praktik eksploitasi di sektor industri energi kawasan Nordik. Kepolisian Finlandia menegaskan proses penyelidikan terus berlanjut untuk melacak pihak-pihak lain yang bertanggung jawab atas kejahatan penyelundupan dan pemerasan tenaga kerja ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More