Jakarta, IDN Times - Delapan aktivis mahasiswa liberal di Korea Selatan (Korsel) ditahan pada Selasa (4/8/2026) setelah menyusup ke wilayah terlarang Pangkalan Udara Osan (K-55) di Pyeongtaek, sekitar 60 kilometer selatan Seoul. Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan terkait kehadiran militer asing di negara tersebut.
Menurut pihak berwenang, kelompok yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Universitas Progresif Korea (KPUSU) ini menerobos gerbang utama sekitar pukul 10:15 pagi waktu setempat. Enam dari mereka berhasil berlari masuk ke dalam kompleks sambil meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika Serikat (AS), termasuk seruan 'Mari kita hancurkan Angkatan Udara ke-7 AS', sementara dua rekan mereka dihentikan di pintu masuk, dilansir The Korea Times.
