Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi polisi bentrok dengan demonstran (pexels.com/Mermoz Lionel)
  • Demo di 73 kota Prancis diikuti lebih dari 250 ribu orang dari serikat pekerja, pelajar, dan mahasiswa, menuntut penanganan biaya hidup, sewa, pendidikan, serta reformasi pajak.
  • Aksi di Lyon dan Paris berujung bentrok; polisi menembakkan gas air mata, sementara sebagian demonstran menyerang aparat dan memblokade jalan dengan tumpukan sampah.
  • Pemerintah mengerahkan 70 ribu polisi setelah laporan potensi demo lanjutan. Aksi telah mengganggu pasokan listrik, memblokade sekolah, dan menyebabkan pembakaran sebuah sekolah di Toulouse.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Demo massal yang terjadi di sejumlah kota besar di Prancis pada Kamis (5/11/2026) kembali berujung ricuh. Sebab, ratusan massa yang sedang berunjuk rasa terlibat bentrok dengan polisi yang sedang bertugas mengamankan demo.

Di Kota Lyon, polisi sampai menembakkan gas air mata untuk membalas serangan dari para demonstran. Mereka juga menyerang para demonstran yang berlaku anarkis. Hal serupa juga terjadi di Ibu Kota Paris. Bahkan, para demonstran di sana dikabarkan ada yang memblokade jalan dengan tumpukan sampah.

1. Demo terjadi di 73 kota

potret Menara Eiffel di Paris, Prancis (pexels.com/Daniel Reynaga)

Demo kali ini terjadi di 73 kota besar yang ada di Prancis, termasuk di Lyon dan Paris. Menurut organisasi serikat kerja Prancis, CGT, ada lebih dari 250 ribu orang yang ikut serta dalam demo tersebut. Jumlah ini lebih banyak dari demo-demo yang sudah terjadi sebelumnya.

Demo ini diikuti oleh serikat pekerja Prancis dan kalangan palajar yang terdiri dari siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa. Mereka masih menyuarakan masalah yang sama, yakni kenaikan biaya hidup, kenaikan biaya sewa tempat tinggal, hingga masalah pendidikan di Prancis. Selain itu, para demonstran juga menuntut pemerintah untuk melakukan reformasi pajak agar tidak merugikan rakyat.

2. Demo ternyata juga diikuti guru

Polisi sedang berjaga di depan para demonstran. (pexels.com/Life Matters)

Selain oleh serikat pekerja dan kalangan pelajar, demo kali ini juga diikuti oleh para guru. Kementerian Pendidikan Prancis mengatakan, ada sekitar 16 persen guru di Prancis ikut turun ke jalan bersama serikat kerja dan kalangan pelajar untuk berunjuk rasa.

“Kami berusaha untuk terus melakukan mobilisasi sebanyak mungkin. Beberapa orang tidak melakukannya karena mereka takut. Banyak orang takut akan kekerasan polisi,” kata Irma de Banville, seorang mahasiswi berusia 19 tahun di Paris.

3. Prancis kerahkan 70 ribu polisi untuk atasi demo

ilustrasi polisi (pexels.com/Bob Jenkin)

Untuk mengatasi demo ini, Prancis mengerahkan 70 ribu polisi di seluruh kota. Sebab, intelijen Prancis mengatakan, ada sekitar 500 hingga 700 ribu lagi warga Prancis yang juga akan mengikuti demo lanjutan. Oleh karena itu, demo bisa jadi akan semakin parah.

Kepolisian Prancis mengatakan, demo massal kali ini sudah sampai menganggu pasokan listrik untuk warga. Selain itu, sejumlah sekolah juga ada yang diblokade dan dibakar imbas aksi demo ini. Salah satu contohnya seperti sebuah sekolah yang ada di Kota Toulouse.

Dalam beberapa pekan terakhir, Prancis memang sedang sering dilanda demo besar. Padahal, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, beberapa waktu lalu sudah berjanji akan menindak lanjuti semua tuntutan pendemo, termasuk soal kenaikan biaya hidup, agar unjuk rasa tidak terjadi lagi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article