Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Demo Tanpa Henti, Presiden Serbia Dikabarkan Segera Mundur
Presiden Serbia, Aleksandar Vucic. (Medija Centar Beograd, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
  • Aleksandar Vucic menyatakan akan mundur dari jabatan presiden Serbia dan mengumumkan pemilu lebih awal, meski belum menentukan tanggal pasti pelaksanaan maupun pengunduran dirinya.
  • Vucic berjanji tetap membantu Partai Progresif Serbia (SNS) memenangkan pemilu serta menjaga hubungan baik dengan Rusia dan China di tengah tekanan demonstrasi besar-besaran.
  • Menjabat sejak 2017, Vucic menghadapi gelombang protes mahasiswa dan tudingan manipulasi asing, sementara SNS menggelar aksi tandingan untuk menunjukkan dukungan terhadap pemerintahannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Serbia, Aleksandar Vucic mengatakan bahwa akan mundur dalam waktu dekat. Ia pun mengumumkan pemilihan umum (pemilu) lebih awal untuk menentukan presiden dan anggota parlemen Serbia yang baru. 

“Hari-hari ini adalah hari terakhir saya dan beberapa hari sebagai presiden Serbia. Setelah itu, saya akan mundur,” terangnya, dikutip dari RFE/RL, pada Minggu (28/6/2026). 

Namun, Vucic tidak memberikan keterangan detail kapan ia akan mundur dan pemilu digelar. Sementara, masa jabatannya baru berakhir pada 2027 dan Vucic tidak diperbolehkan mencalonkan kembali. 

1. Vucic akan membantu SNS memenangkan pemilu

Presiden Serbia, Aleksandar Vucic. (x.com/avucic)

Pada saat yang sama, Vucic mengatakan akan membantu Partai Progresif Serbia (SNS) untuk kembali memenangkan pemilu. Ia menyatakan bahwa partai penguasa akan melanjutkan perubahan untuk dapat menjadi bagian dari Uni Eropa (UE). 

Namun, presiden Serbia itu mengungkapkan tidak akan meninggalkan hubungan baik dengan Rusia dan China. Menurutnya, kedua negara itu adalah teman ketika Serbia menghadapi kesulitan. 

Rencana pengunduran diri ini disampaikan menyusul rentetan demonstrasi atas insiden ambruknya atap stasiun kereta api di Novi Sad pada November 2024. Tak hanya itu, beberapa skandal juga muncul, seperti naiknya sentimen nasionalis, proyek kontroversial, ketidakpastian progres menjadi anggota UE. 

2. SNS adakan demonstrasi dukungan kepada Vucic

bendera Serbia (unsplash.com/thestefankostic)

Partai SNS mengadakan demonstrasi tandingan di Belgrade. Demo ini untuk mendukung pemerintahan Vucic yang terus ditekan oleh demonstrasi yang diinisiasi oleh mahasiswa atas kekecewaan terhadap situasi di Serbia. 

Dilansir Balkan Insight, demo tersebut dimulai dengan long-march dari berbagai kota di Serbia menuju ke ibu kota Belgrade. Unjuk rasa dari SNS ini berusaha mengikuti pergerakan mahasiswa di Serbia. 

3. Vucic sudah menjabat sebagai presiden Serbia sejak 2017

bender Serbia (unsplash.com/thestefankostic)

Vucic adalah politikus dari SNS yang sudah memimpin Serbia sejak 2017. Beberapa tahun terakhir, ia berupaya untuk menancapkan kekuasaannya dengan dalih sebagai reforman yang berkomitmen membawa Serbia menjadi anggota UE. 

Dilansir Euractiv, Vucic menuding bahwa demo mahasiswa ini didorong oleh asing yang berusaha untuk merusak stabilitas Serbia. Presiden Serbia itu menyebut bahwa mahasiswa sudah dimanipulasi agar percaya dengan perubahan politik di Serbia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article