Pramono Targetkan Pedestrian Deck Dukuh Atas Rampung 2028

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas yang akan menghubungkan enam moda transportasi publik demi mobilitas warga yang lebih efisien dan nyaman.
- Infrastruktur berbentuk cincin donat ini dirancang ramah pejalan kaki dan disabilitas, menjadi wajah baru kawasan Sudirman–Dukuh Atas dengan fasilitas modern serta konektivitas antarmoda yang lebih baik.
- Proyek ditargetkan rampung 2028, diharapkan mendorong aktivitas ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan memanfaatkan skema pembiayaan kreatif tanpa bergantung penuh pada APBD.
Mobilitas masyarakat terus meningkat di tengah riuhnya ibu kota. Akses transportasi yang nyaman dan aman pun kian dibutuhkan. Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan siap menjawab kebutuhan itu.
Pada Minggu (21/6), Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan, pembangunan jembatan berbentuk cincin donat tersebut akan membuat mobilitas warga Jakarta semakin mudah, lancar, dan nyaman.
1. Integrasi Enam Moda Transportasi

Pedestrian Deck ini akan menghubungkan enam moda transportasi publik, yaitu MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Transjakarta, serta LRT Jakarta. Alhasil, perjalanan penggunanya menjadi lebih mulus (seamless), sekaligus memangkas jarak dan waktu tempuh.
Kehadiran infrastruktur penghubung ini juga untuk mengantisipasi tren peningkatan jumlah pengguna transportasi publik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode Maret 2025 - Maret 2026 merekam adanya kenaikan jumlah perjalanan armada. Frekuensi perjalanan LRT Jakarta tumbuh 10,71 persen sementara MRT Jakarta naik 8,07 persen (month-to-month). Di saat yang sama, jumlah bus Transjakarta yang beroperasi juga meningkat 4,22 persen untuk melayani sebanyak 32,13 juta penumpang.
“Jakarta saat ini telah menjadi kota kedua dengan sistem transportasi publik terbaik di Asia Tenggara. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan dan konektivitas antarmoda agar semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik,” ujar Gubernur Pramono.
2. Wajah Baru Sudirman–Dukuh Atas

Selain menjadi jalur penghubung transportasi publik, para pejalan kaki dan komuter akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas, termasuk para penyandang disabilitas. Pedestrian Deck akan menjadi wajah baru kawasan Sudirman–Dukuh Atas yang lebih modern dan terintegrasi.
Beberapa manfaat lain yang muncul dari pembangunan infrastruktur ini, antara lain memperlancar perpindahan penumpang transportasi publik, menghemat waktu perjalanan di area transit, meningkatkan proteksi bagi pejalan kaki, dan menjadi daya tarik visual di jantung Ibu Kota Jakarta.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta meyakini integrasi transportasi publik semakin baik seiring beroperasinya LRT rute Velodrome–Manggarai.
3. Ditargetkan rampung 2028

Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun. Gubernur Pramono berharap proses pembangunannya menghidupkan ruang publik serta mendorong aktivitas ekonomi di sekitar Dukuh Atas. Proyek ini berpotensi menciptakan lapangan kerja. Setelah beroperasi, kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik bagi pelaku usaha dan investor.
Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas membuka peluang penerapan skema pembiayaan kreatif (creative financing) melalui kolaborasi dengan sektor perbankan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan ini memungkinkan pembangunan infrastruktur kota tidak bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). (WEB)


















