Jakarta, IDN Times – Pihak kepolisian Afrika Selatan (Afsel) menangkap lebih dari 900 orang dalam aksi protes anti-imigran yang berlangsung secara nasional. Sebagian besar demonstrasi berlangsung damai, tetapi bentrokan dan penjarahan sempat terjadi di sejumlah lokasi.
Wakil Komisaris Nasional Polisi Afsel, Tebello Mosikili, menjelaskan aksi tersebut digelar pada Selasa (30/6/2026) oleh koalisi yang beranggotakan 20 kelompok masyarakat sipil, termasuk Gerakan March and March, Operation Dudula, dan Progressive Forces.
Demonstrasi itu dijadikan tenggat tidak resmi bagi imigran tanpa dokumen untuk meninggalkan Afsel. Dari 120 aksi pawai yang berlangsung di berbagai wilayah, sebanyak 108 berjalan kondusif, sedangkan 12 lainnya berubah menjadi kerusuhan hingga aparat melakukan penindakan.
