Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dino Patti Djalal Dorong Prabowo Kembali Fokus Urus ASEAN Ketimbang Timteng
Dino Patti Djalal dalam penghargaan Inspiring Newsmaker 2025 pada acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
  • Dino Patti Djalal mendorong Presiden Prabowo untuk kembali memprioritaskan kebijakan luar negeri di kawasan ASEAN, bukan fokus pada isu global seperti Timur Tengah.
  • Ia menilai momentum KTT ASEAN ke-48 di Filipina penting bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmen memperkuat solidaritas regional dan menyelesaikan isu Laut China Selatan serta konflik internal kawasan.
  • Dino mengingatkan Indonesia akan menjabat Sekjen ASEAN pada 2027, sehingga calon yang diajukan harus berintegritas tinggi dan berdedikasi untuk kepentingan seluruh negara anggota, bukan hanya Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Oktober 2024

Prabowo Subianto dilantik sebagai Presiden RI dan mulai melakukan kunjungan luar negeri ke beberapa negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand.

11 April 2026

Dino Patti Djalal menyampaikan melalui video di media sosial bahwa Prabowo belum menunaikan janji untuk berkunjung ke Timor Leste dan mendorong agar Indonesia kembali memprioritaskan kawasan ASEAN dibanding Timur Tengah.

tahun ini

Indonesia didorong membantu Filipina sebagai ketua ASEAN untuk merampungkan code of conduct Laut China Selatan serta berpartisipasi dalam upaya meredam konflik di Thailand, Kamboja, dan Myanmar.

2027

Indonesia dijadwalkan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN; Dino menekankan pentingnya memilih calon dengan rekam jejak kompeten dan independen.

kini

Dino Patti Djalal terus menyerukan agar kebijakan luar negeri Indonesia difokuskan kembali pada penguatan peran di Asia Tenggara melalui ASEAN.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dino Patti Djalal mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk kembali memprioritaskan kebijakan luar negeri Indonesia di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN, dibandingkan fokus pada isu-isu di Timur Tengah.
  • Who?
    Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyampaikan pandangannya kepada Presiden Prabowo Subianto melalui video yang diunggah di akun media sosialnya.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan dari Jakarta dan menyinggung kegiatan diplomatik Presiden Prabowo di berbagai negara, termasuk rencana KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina.
  • When?
    Pernyataan Dino disampaikan dalam video yang dikutip pada Sabtu, 11 April 2026, setelah sejumlah kunjungan luar negeri Presiden Prabowo sejak pelantikannya pada Oktober 2024.
  • Why?
    Dino menilai Indonesia perlu memperkuat peran dan solidaritas ASEAN karena kawasan ini merupakan lingkungan strategis terdekat yang dapat lebih dikendalikan dibandingkan wilayah geopolitik lain seperti Timur Tengah.
  • How?
    Dino menyarankan agar Indonesia memanfaatkan momentum KTT ASEAN di Filipina, mempercepat penyelesaian code of conduct Laut China Selatan, serta memastikan calon Sekjen ASEAN dari Indonesia memiliki kompetensi tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dino bilang ke Pak Prabowo supaya lebih banyak urus teman-teman di ASEAN, bukan negara jauh. Katanya Pak Prabowo baru pergi ke beberapa negara dekat, tapi belum ke Timor Leste. Dino juga bilang Indonesia harus bantu bikin ASEAN kompak dan kuat, apalagi nanti ada pertemuan besar di Filipina. Ia ingin Indonesia jadi pemimpin yang baik di sana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Dino Patti Djalal menunjukkan perhatian positif terhadap peran strategis Indonesia di kawasan. Dorongan agar Presiden Prabowo memfokuskan kembali kebijakan luar negeri ke ASEAN mencerminkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki kapasitas besar memperkuat solidaritas regional. Pandangan ini menegaskan pentingnya kepemimpinan aktif dan kompeten demi menjaga stabilitas serta kemandirian Asia Tenggara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk kembali fokus menyusun kebijakan luar negeri di Asia Tenggara atau ASEAN. Sebab, ASEAN berada di halaman belakang dan menjadi negara tetangga terdekat dari Indonesia.

Dalam catatan Dino, baru empat negara Asia Tenggara yang dikunjungi oleh Prabowo sejak dilantik pada Oktober 2024. Keempat negara Asia Tenggara yang disambangi yakni Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. Prabowo belum berkunjung ke Timor Leste.

"Janji untuk mengunjungi Timor Leste, negara yang memiliki nilai historis dan emosional yang khusus bagi Indonesia dan bagi Presiden Prabowo sampai sekarang masih belum dilaksanakan," ujar Dino di dalam video yang diunggah di akun media sosialnya, dikutip Sabtu (11/4/2026).

Usai dilantik sebagai RI-1, Prabowo justru berkunjung ke negara-negara di luar kawasan Asia Tenggara seperti China, Amerika Serikat, Inggris, Peru, hingga Brasil. Hal ini berbeda dari tradisi diplomatik Indonesia.

"Sehingga terbentuk persepsi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo jauh lebih tertarik kepada panggung global ketimbang negara-negara di kawasan Asia Tenggara," kata pria yang merupakan pendiri komunitas Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu.

1. ASEAN tak akan kompak bila partisipasi Indonesia sekedar basa-basi

Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat (10/4/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Lebih lanjut, Dino mengingatkan, Indonesia tak bisa berbuat banyak dalam konflik serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran. Sebab, Indonesia bukan dianggap pemain geopolitik di Timur Tengah.

"Karena itu Indonesia harus melakukan rekalibrasi dengan memprioritaskan teater Asia Tenggara," katanya.

Dino mengungkapkan, Indonesia tak bisa mengontrol perilaku negara-negara dengan kekuatan besar di Timur Tengah, Amerika Serikat, Eropa hingga Samudera Hindia. Tetapi, Indonesia bisa membatasi dan mengendalikan kehadiran mereka di Asia Tenggara. Namun dengan catatan, ASEAN harus kompak.

Ia pun melihat hampir semua negara di kawasan Asia Tenggara ikut terdampak dari serangan militer AS dan Israel ke Iran. "Namun, hal itu harus mendorong ASEAN untuk merapatkan barisan. Ini tidak akan mungkin terjadi bila partisipasi Indonesia di dalam ASEAN sebatas formalitas dan basa-basi," tutur dia.

ASEAN, kata Dino, bisa saja berjalan tanpa Indonesia. Namun, ASEAN tidak akan kuat tanpa kehadiran Indonesia.

2. Dino dorong Prabowo maksimalkan KTT ASEAN di Filipina

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026) (YouTube.com/Sekretariat Presiden)

Dino juga menilai Prabowo bisa menggunakan momentum penting ketika KTT ke-48 dihelat di Cebu, Filipina. Prabowo dapat menyampaikan pesan bahwa Indonesia kembali memfokuskan kebijakannya di Asia Tenggara.

"Kita harus ikut bahas bagaimana ASEAN bisa selamanya menjadi mandor di Asia Tenggara. Kita harus bahas bagaimana intervensi luar dan penggunaan kekerasan seperti yang terjadi di Venezuela dan Iran, tidak akan terjadi di kawasan ASEAN," kata Dino.

Indonesia sebagai salah satu pendiri ASEAN seharusnya membantu Filipina menjadi ketua ASEAN untuk merampungkan code of conduct Laut China Selatan tahun ini. Indonesia juga didorong untuk berpartisipasi meredam konflik di Thailand dan Kamboja.

"Kita juga perlu ikut rembuk mengenai situasi di Myanmar, di mana Indonesia dianggap absen belakangan ini," imbuhnya.

3. Dino dorong calon Sekjen ASEAN dari Indonesia harus punya rekam jejak kompeten

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menguat sebagai Calon Ketum PB IPSI. (Dok. Istimewa)

Dino juga mengingatkan bahwa Indonesia akan menjadi sekjen ASEAN pada 2027. Sehingga, calon sekjen ASEAN harus memiliki rekam jejak yang prima dan kompeten.

"Calon sekjen ASEAN tak boleh abal-abal. Calon itu juga jangan diposisikan sebagai anak buah Presiden Indonesia, tetapi sebagai pengabdi setia ASEAN secara keseluruhan," kata Dino.

Ia juga menggarisbawahi di dalam videonya agar Indonesia tak perlu menjadi macan Asia. Namun, kini Indonesia harus menjadi mesin bagi ASEAN.

Editorial Team