Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dua Pekerja Proyek PLTA Nepal Ditemukan Selamat Usai 9 Hari Terjebak
bendera Nepal (unsplash.com/Samrat Khadka)
  • Tim penyelamat Nepal mengevakuasi dua pekerja PLTA Trishuli 3A dalam kondisi selamat setelah sembilan hari terjebak akibat banjir bandang dan tanah longsor.
  • Suara dari dalam terowongan menjadi petunjuk lokasi korban; petugas mengebor terowongan lebih dari 4 kilometer, lalu menerbangkan kedua pekerja yang stabil ke rumah sakit Kathmandu.
  • Sedikitnya 557 pekerja masih hilang di proyek Trishuli 3A, sementara bencana di Nepal menewaskan 1.259 orang dan menyisakan lebih dari 5.000 orang hilang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Tim penyelamat di Nepal berhasil mengeluarkan dua pekerja dalam kondisi selamat dari terowongan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Trishuli 3A pada Jumat (4/9/2026) waktu setempat. Kedua pekerja yang bertugas sebagai foreman mekanis dan supervisor mekanis tersebut berhasil dievakuasi setelah terjebak selama sembilan hari di dalam terowongan bawah tanah akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Bencana alam besar yang diduga dipicu oleh runtuhnya gletser di dekat perbatasan Nepal dan China itu merusak pemukiman warga sejak Rabu (26/8/2026). Penyelamatan dramatis ini memberikan harapan baru bagi ratusan pekerja lain yang diperkirakan masih terperangkap di dalam jaringan terowongan proyek hidroelektrik di wilayah tersebut.

1. Suara dari dalam terowongan menjadi petunjuk awal evakuasi

ilustrasi tim penyelamat (unsplash.com/Harish Bharti)

Proses penyelamatan mengalami kemajuan signifikan ketika tim penyelamat mendengar suara-suara dari dalam terowongan pada Jumat (4/9/2026) pagi. Dilansir Times of India, Kepala Kepolisian Distrik Nuwakot, Bipin Regmi, menyatakan bahwa konfirmasi adanya tanda kehidupan tersebut langsung memandu petugas menuju lokasi kedua pekerja.

Juru bicara Angkatan Darat Nepal, Brigadir Jenderal Raja Ram Basnet, mengonfirmasi keberhasilan evakuasi pekerja pertama dari dalam terowongan proyek Trishuli 3A. Anggota parlemen Nepal, Shri Ram Neupane, kemudian mengumumkan lewat akun Facebook miliknya bahwa pekerja kedua juga berhasil dikeluarkan dalam keadaan bernyawa. Petugas melakukan pengeboran pada terowongan sepanjang lebih dari 4 kilometer tersebut untuk menjangkau para korban yang terjebak.

2. Kondisi pekerja stabil dan langsung dilarikan ke rumah sakit

ilustrasi rumah sakit (pexels.com/Pixabay)

Rekaman video di lokasi menunjukkan momen ketika tim penyelamat menarik salah satu korban melalui lubang kecil di tanah. Pekerja yang tubuhnya dipenuhi lumpur tersebut kemudian digendong di bahu petugas sebelum mendapatkan pemeriksaan medis awal. Kedua pria itu dinyatakan berada dalam kondisi stabil dan langsung diterbangkan menuju rumah sakit di Kathmandu.

Rasa haru dan lega dirasakan oleh keluarga korban setelah mendapat kepastian mengenai keselamatan anggota keluarga mereka. "Aku tidak bisa menjelaskan apa yang kami rasakan saat ini. Kami sangat bersyukur kepada Tuhan," ujar Amir Maharjan, saudara dari salah satu pekerja bernama Kabir Maharjan. Istri dari pekerja tersebut, Hirashova, turut menceritakan kecemasan mereka, "Kami tidak bisa makan atau minum dengan tenang selama 10 hari. Kami sangat takut. Sekarang kami semua bahagia, bahkan kami sampai menangis."

3. Ratusan pekerja lain masih hilang di tengah kehancuran bencana

gambar CCTV saat banjir bandang Nepal terjadi pada Agustus 2026. (Unknown author, Public Domain, via Wikimedia Commons)

Dilansir CBS News, berdasarkan data Asosiasi Produsen Daya Independen Nepal, setidaknya 557 pekerja masih hilang dari proyek PLTA Trishuli 3A, dengan sekitar 115 orang diperkirakan terperangkap di terowongan utama. Secara keseluruhan, otoritas lokal mencatat sekitar 900 pekerja hilang dari 12 proyek hidroelektrik di Nepal, di mana sekitar 500 orang di antaranya diduga terjebak di dalam terowongan. Para pekerja yang belum ditemukan tersebut berasal dari beberapa negara, termasuk Nepal, China, Korea Selatan, dan India.

Badan Manajemen Bencana Nepal melaporkan bahwa sedikitnya 1.259 orang tewas dan lebih dari 5.000 orang masih hilang akibat banjir bandang serta tanah longsor di seluruh negeri. Sementara itu, pihak berwenang China menyatakan 21 orang tewas dan 541 orang hilang di wilayah Tibet yang berbatasan dengan Nepal. Menteri Komunikasi Nepal, Bikram Timilsina, menyampaikan optimisme pemerintah bahwa proses evakuasi akan terus membuahkan hasil positif untuk menyelamatkan korban lainnya.

Petugas penyelamat gabungan terus melanjutkan operasi evakuasi dan pemulihan di daerah-daerah yang paling parah terdampak, termasuk Chitwan, Nawalparasi, Nuwakot, dan Rasuwa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article