Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Usai Dilanda Banjir, Nepal Harap Turis Tak Batalkan Kunjungan

Usai Dilanda Banjir, Nepal Harap Turis Tak Batalkan Kunjungan
bendera Nepal (unsplash.com/Samrat Khadka)
  • Banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet menewaskan lebih dari 1.200 orang, dengan lebih dari 4.000 orang hilang, termasuk sekitar 600 wisatawan.
  • Pelaku pariwisata menyatakan sebagian besar wilayah, termasuk Everest dan Annapurna, tetap aman dan beroperasi; rute dialihkan di area terdampak, sementara pembatalan massal belum terjadi.
  • Pemerintah dan asosiasi wisata mengimbau turis tetap berkunjung karena bandara Kathmandu serta jalur pendakian utama dibuka, di tengah pentingnya pariwisata bagi ekonomi dan lapangan kerja Nepal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pelaku industri pariwisata Nepal kini berusaha meyakinkan para wisatawan agar tidak membatalkan perjalanan mereka usai banjir dahsyat melanda negara tersebut pekan lalu. Mereka mengatakan bahwa sebagian besar wilayah Nepal, termasuk kawasan wisata populer seperti Everest dan Annapurna, masih aman dan tidak terdampak bencana.

Nepal menjadi sorotan dunia usai banjir bandang yang menyerupai gelombang tsunami menghantam wilayah perbatasan negara itu dengan Tibet pada 26 Agustus 2026. Sejauh ini, lebih dari 1.200 orang dilaporkan tewas di kedua sisi perbatasan, sementara lebih dari 4 ribu lainnya masih hilang, termasuk sekitar 600 wisatawan.

"Kami menghadapi krisis di satu wilayah negara ini, tapi wilayah lainnya tetap beroperasi normal dan tidak terdampak banjir. Saya hanya berusaha menyampaikan hal tersebut kepada klien-klien saya," kata Rajendra Lama, seorang pelaku usaha pariwisata yang memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman, dikutip SCMP.

  1. 1. Pelaku usaha alihkan rute perjalanan wisata

    pemandangan gunung Himalaya
    pemandangan gunung Himalaya (unsplash.com/Avel Chuklanov)

    Juliana Shrestha, salah satu pendiri sekaligus kepala pengembangan bisnis di Duluwa Outdoors, mengakui bahwa banjir baru-baru ini telah memengaruhi pemesanan wisata. Akibatnya, perusahaannya harus mengubah sejumlah rute perjalanan.

    "Sebagian besar tempat masih beroperasi. Kami belum menerima pembatalan, tapi tentu saja ada kekhawatiran terkait keselamatan dari orang-orang yang akan segera tiba dengan pesawat. Sebagai pelaku usaha pariwisata, langkah pertama kami selalu mengomunikasikan situasi yang sebenarnya, dan itulah yang sedang kami lakukan saat ini," ujar Shrestha.

    Bharat Jung Pandey, ketua Asosiasi Agen Tur dan Perjalanan Nepal, juga mengatakan bahwa meski krisis ini menimbulkan gangguan, sejauh ini belum terjadi pembatalan perjalanan secara massal.

  2. 2. Pemerintah dorong wisatawan tetap berkunjung ke Nepal

    sebuah biara yang terletak di pegunungan Himalaya, Nepal
    sebuah biara yang terletak di pegunungan Himalaya, Nepal (unsplash.com/Raimond Klavins)

    Sementara itu, asosiasi pariwisata dan pejabat tinggi pemerintah gencar memberikan informasi kepada wisatawan. Sehari setelah bencana, Asosiasi Agen Pendakian Nepal merilis informasi mengenai kondisi keamanan sejumlah jalur pendakian utama serta merekomendasikan rute alternatif untuk menghindari area yang terdampak bencana.

    Pekan ini, Menteri Pariwisata Nepal, Khadak Raj Paudel, juga mengimbau para wisatawan untuk tetap berkunjung ke negara tersebut. Ia mengatakan bahwa Nepal tidak ditutup dan tetap siap menyambut wisatawan.

    "Kedatangan Anda ke Nepal kali ini bukan sekadar untuk berlibur. Ini merupakan bentuk dukungan besar bagi negara yang sedang berjuang menghadapi tragedi dahsyat ini," ujarnya.

  3. 3. Nepal sangat bergantung pada industri pariwisata

    pemandangan kota Kathmandu, Nepal
    pemandangan kota Kathmandu, Nepal (unsplash.com/Sanjay Hona)

    Dilansir ABC News, bandara Kathmandu hingga saat ini masih beroperasi sepenuhnya. Sejumlah kawasan pendakian utama Nepal, termasuk Annapurna, Everest dan Kanchenjunga, juga dibuka seperti biasa.

    “Kerusakan yang terjadi di wilayah-wilayah terdampak memang sangat parah, tetapi bukan berarti seluruh Nepal atau semua kawasan pendakian ikut terdampak. Salah satu cara terbaik untuk mendukung Nepal saat ini adalah dengan tetap menjalankan rencana pendakian yang telah dibuat," kata Bly Carpenter dari World Expeditions, perusahaan tur yang telah beroperasi di Nepal selama lebih dari 50 tahun.

    Pariwisata merupakan sektor penting bagi perekonomian Nepal. Menurut Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia, industri ini berkontribusi sebesar 6,6 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menopang lebih dari 1 juta lapangan pekerjaan pada 2023.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More