Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PBB: Nepal Tingkatkan Upaya Bantuan dan Pemulihan usai Banjir

PBB: Nepal Tingkatkan Upaya Bantuan dan Pemulihan usai Banjir
Ilustrasi bendera Nepal. (unsplash.com/Samrat Khadka)
  • Nepal mengintensifkan bantuan dan pemulihan pascabanjir perbatasan Nepal-Tibet; sedikitnya 1.200 orang tewas di Nepal, lebih dari 4.200 hilang, sementara Tibet mencatat 21 tewas dan 540 hilang.
  • Hampir 12 ribu orang telah dievakuasi di Nepal, tetapi akses bantuan terhambat lebih dari 40 jembatan rusak; helikopter, drone, dan jembatan darurat menopang wilayah terisolasi.
  • Nepal menetapkan tanggap darurat tiga bulan di 15 wilayah, menggandeng PBB untuk bantuan internasional, serta memasang sistem peringatan dini longsor dengan sensor seismik, kamera, dan tautan satelit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Nepal terus mengintensifkan operasi bantuan, serta pemulihan usai banjir bandang di sepanjang perbatasan Nepal-Tibet.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Nepal, setidaknya 1.200 orang tewas di Nepal dan lebih dari 4.200 lainnya hilang. Sementara di wilayah Tibet, media pemerintah China melaporkan jumlah korban tewas mencapai 21 orang dan lebih dari 540 orang dinyatakan hilang.

Upaya penyelamatan terus dilakukan, guna menjangkau korban selamat, termasuk ratusan pekerja yang diduga terperangkap di dalam terowongan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Nepal.

  1. 1. Nepal telah menyelamatkan hampir 12 ribu orang

    Ilustrasi banjir. (pexels.com/Pok Rie)
    Ilustrasi banjir. (pexels.com/Pok Rie)

    Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan tantangan utama adalah akses karena lebih dari 40 jembatan hancur. Akibatnya, distribusi bahan bakar, listrik, dan pasokan logistik ke wilayah terisolasi bergantung pada helikopter militer, pencarian helikopter atau drone, serta jembatan darurat yang dibangun tim ahli dari China dan India. OCHA juga memperingatkan risiko penularan penyakit akibat krisis air bersih dan kerusakan fasilitas kesehatan di tengah musim hujan.

    "Prioritas kemanusiaan saat ini difokuskan pada penyaluran bantuan, pencarian korban hilang, dan penyatuan kembali anak-anak yang terpisah dari keluarga mereka," kata juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, dilansir BBC pada Rabu (2/9/2026).

    Di Nepal, hampir 12 ribu orang telah berhasil dievakuasi, tetapi ribuan orang lainnya, termasuk ratusan warga negara asing dari India, Inggris, Australia, Amerika Serikat, Malaysia, dan lainnya, masih hilang. Hal ini memicu kekhawatiran semakin meningkatnya jumlah korban tewas. Di sisi lain, sekitar 3.500 pengungsi kini memadati 27 lokasi penampungan sementara di Distrik Nuwakot dan Rasuwa.

  2. 2. Ketatnya kontrol informasi oleh pemerintah China, hambat peliputan media asing

    Bendera Tiongkok. (Unsplash.com/Macau Photo Agency)
    Bendera Tiongkok. (Unsplash.com/Macau Photo Agency)

    Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, menyatakan fokus pemerintah telah bergeser ke perlindungan penyintas, perawatan medis, dan penanganan trauma. Menjawab kritik publik mengenai keterlambatan peringatan dini, Shah menjelaskan bencana terjadi di luar prediksi. Ia mencatat pemberitahuan evakuasi dan peringatan darurat via seluler baru dikirimkan beberapa menit setelah air bah menghantam pada 26 Agustus lalu.

    Shah juga mengungkapkan bencana tersebut menunjukkan meningkatnya risiko yang dihadapi wilayah Himalaya akibat perubahan iklim.

    "Sudah saatnya untuk menyampaikan argumen yang kuat di hadapan komunitas internasional mengenai bencana yang kita derita sebagai akibatnya. Perubahan iklim adalah kontribusi global. Mengurangi dan mengelola dampaknya adalah tanggung jawab bersama komunitas global," ujarnya.

    Di sisi perbatasan Tibet, tim penyelamat China berhasil membersihkan puing-puing untuk membuka kembali jalur menuju Pelabuhan Gyirong untuk mempercepat pencarian. Kendati demikian, gambaran menyeluruh mengenai dampak bencana di wilayah tersebut masih terbatas karena ketatnya kontrol informasi dan akses media asing oleh pemerintah China.

  3. 3. Nepal perkuat respons bencana dan sistem peringatan dini

    Potret pemandangan Pegunungan Himalaya di Nepal. (unsplash.com/Sanjay Hona)
    Potret pemandangan Pegunungan Himalaya di Nepal. (unsplash.com/Sanjay Hona)

    Para ahli dari Asian Mountain Academic Alliance, Stimson Centre, dan Institut Bahaya dan Lingkungan Pegunungan China mengungkapkan adanya indikasi ketidakstabilan gletser dalam beberapa hari sebelum banjir bandang meluap. Para ilmuwan menegaskan bencana yang diduga dipicu runtuhnya gletser ini merupakan dampak nyata dari pencairan es dan permafrost (tanah beku berusia berabad-abad) Himalaya akibat perubahan iklim global.

    Untuk mengatasi dampak bencana, Pemerintah Nepal menetapkan status tanggap darurat selama tiga bulan di 15 wilayah yang terdampak. Langkah ini untuk memobilisasi militer dan menyalurkan bantuan keuangan kepada keluarga korban. Nepal bersama PBB sepakat meluncurkan imbauan bantuan kemanusiaan internasional darurat selama empat bulan ke depan.

    The Straits Times melaporkan, Nepal juga berencana membangun kembali sistem peringatan dini tanah longsor di sebagian wilayah perbatasannya dengan China. Sistem tersebut akan dilengkapi sensor seismik, kamera, dan tautan satelit.

    Peralatan tersebut sedang dipasang di Timure, sebuah pemukiman perbatasan di Distrik Rasuwa. Lokasinya berada di koridor sungai yang sama di sepanjang perbatasan dengan China. Bentangan perbatasan yang menjadi lokasi pemasangan instrumen tersebut merupakan salah satu bagian paling sensitif dari perbatasan Nepal dengan wilayah Tibet, China. Kawasan dataran tinggi itu diawasi secara ketat oleh Kathamandu, Beijing, dan New Delhi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More