Jakarta, IDN Times - Program kemitraan mengenai susu antara Indonesia dan Amerika Serikat mulai menunjukkan hasil. U.S. Dairy Export Council (USDEC) mengungkapkan, peternak sapi perah Indonesia yang mengikuti pelatihan dalam program U.S.–Indonesia Dairy Partnership (USIDP) mencatat rata-rata kenaikan produksi susu harian sebesar 32,5 persen sepanjang 2025.
Capaian tersebut menjadi salah satu hasil tahun pertama pelaksanaan USIDP yang diluncurkan pada November 2024. Program ini dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas peternak lokal, memperbaiki kualitas susu, sekaligus mendukung kebutuhan gizi nasional melalui Program Makan Bergizi Gratis.
Hasil tersebut dipaparkan dalam U.S.–Indonesia Dairy Partnership Summit 2026 yang digelar di Jakarta. Pertemuan tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan peternak dari kedua negara untuk mengevaluasi capaian program dan membahas langkah pengembangan sektor persusuan Indonesia.
Presiden dan CEO USDEC, Krysta Harden, mengatakan, kemitraan tersebut merupakan bagian dari hubungan panjang Indonesia dan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama 75 tahun.
“Indonesia dan Amerika Serikat telah menjalin kemitraan selama 75 tahun, dan industri persusuan AS bangga menjadi bagian dari babak baru tersebut,” kata Harden dikutip dari pernyataannya, Selasa (23/6/2026).
“Melalui kemitraan ini, kami turut membantu memperkuat pasokan susu dalam negeri Indonesia, mendukung program Makan Bergizi Gratis di negara ini, serta membangun hubungan langgeng yang membawa manfaat bagi para peternak dan keluarganya di kedua negara,” ujar dia.
