Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Amerika Serikat Tolak Protes Imigrasi Iran di Piala Dunia 2026

Amerika Serikat Tolak Protes Imigrasi Iran di Piala Dunia 2026
Penyerang Timnas Iran, Mehdi Taremi (09), menyapa merasakan ketegangan di Piala Dunia 2026. (Foto: Karim JAAFAR/AFP)
Intinya Sih
  • Pemerintah AS menolak protes Iran soal aturan imigrasi di Piala Dunia 2026 dan menegaskan kebijakan tetap berlaku tanpa kelonggaran khusus bagi kontingen Iran.
  • Andrew Giuliani menyebut evaluasi baru akan dilakukan setelah laga Iran melawan Belgia, untuk menentukan mekanisme selanjutnya menjelang pertandingan ketiga di Seattle.
  • Sikap tegas AS disebut bertujuan melindungi warga negara serta pengunjung internasional selama turnamen agar penyelenggaraan Piala Dunia berlangsung aman dan tertib.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Protes Iran terkait ketatnya aturan imigrasi di Piala Dunia 2026 tak akan diakomodir oleh Amerika Serikat. Pemerintah AS menegaskan, aturan yang ditetapkan untuk kontingen Iran tetap berlaku selama turnamen berlangsung.

AS menegaskan sikapnya usai Iran melayangkan protes kepada FIFA atas susahnya berkegiatan sepanjang Piala Dunia 2026. Mereka merasa seharusnya FIFA bisa bernegosiasi dengan AS selaku tuan rumah agar bisa mendapatkan keringanan aturan.

Sebab, Iran memiliki kebutuhan teknis lainnya yang mengharuskan bisa menetap di AS minimal selama dua hari agar performanya maksimal.

1. Sikap AS masih sama

Direktur Eksekutif Task Force Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, Andrew Giuliani, menyatakan sikap pihaknya masih sama dan tak akan berubah. Giuliani hanya menegaskan pemerintah AS akan bersikap dinamis demi menyikapi situasi yang berkembang.

"Situasinya dinamis. Kami memiliki rencana saat ini. Setelah melawan Belgia, mereka terbang selama 27 menit ke Tijuana," kata Giuliani, dilansir Al Jazeera.

2. Evaluasi usai laga lawan Belgia

Giuliani menyatakan pemerintah AS akan mengevaluasi situasi yang terjadi setelah laga Iran kontra Belgia pada Minggu (21/6/2026). Mekanisme baru, dijelaskan Giuliani, baru akan diputuskan setelah itu.

"Kami lihat bagaimana kondisi di pertandingan kedua. Selanjutnya, akan ada diskusi demi membahas persyaratan, apa yang cocok buat laga ketiga di Seattle," ujar Giuliani.

3. Klaim mau lindungi WN AS dan pengunjung Piala Dunia

Sikap keras AS, menurut Giuliani, dijalankan karena pemerintah mau melindungi warga negaranya dan para pengunjung sepanjang Piala Dunia 2026. Dia mengklaim pemerintah AS harus bisa mengambil tindakan tegas demi meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan.

"Kami mau memastikan turnamen sepak bola paling bergengsi ini bisa dinikmati orang-orang dan diterima semua kalangan. Kami juga tak hanya melindungi warga AS, tapi juga pengunjung internasional di sini," ujar Giuliani.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More