Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Eks Bos The Fed 5 Periode Alan Greenspan Wafat dalam Usia 100 Tahun
potret eks Ketua The Fed 5 periode, Alan Greenspan (flickr.com/Federalreserve via commons.wikimedia.org/Federalreserve)
  • Alan Greenspan, mantan Ketua The Fed selama lima periode, wafat pada usia 100 tahun akibat komplikasi penyakit Parkinson pada Senin, 22 Juni 2026.
  • Greenspan lahir di New York pada 6 Maret 1926, dikenal gemar Matematika dan musik, serta menempuh pendidikan ekonomi hingga jenjang doktor di New York University.
  • Ia menjabat sebagai Ketua The Fed sejak 1987 hingga 2006 di bawah empat presiden AS, sukses menghadapi krisis Black Monday dan menjaga stabilitas ekonomi Amerika Serikat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Eks Ketua bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/ The Fed) yang menjabat selama 5 periode, Alan Greenspan, dikabarkan wafat pada Senin (22/6/2026). Ia wafat dalam usia 100 tahun. 

“Bagiku, dia adalah suamiku yang membentuk hidupku sejak kencan pertama kami pada tahun 1984. Dia memiliki antusiasme yang berlebihan terhadap bisbol, Washington Commanders, tenis, golf, dan musik, terutama jazz,” ujar istri Greenspan, Andrea Mitchell, mengenang suaminya dilansir Times of Israel.   

1. Greenspan wafat karena penyakit Parkinson

ilustrasi penyakit Parkinson (pexels.com/Alexas Fotos)

Mitchell menjelaskan, Greenspan wafat karena komplikasi dari penyakit Parkinson. Parkinson sendiri merupakan penyakit yang menyerang bagian otak yang disebut substantia nigra. Substantia nigra adalah salah satu bagian otak yang mengontrol motorik. Oleh karena itu, orang yang menderita Parkinson akan mengalami gejala, seperti tremor, sulit bergerak, hingga sulit berbicara.

Tidak dijelaskan kapan Greenspan mulai terkena penyakit Parkinson. Namun, sang istri menjelaskan, komplikasi dari penyakit tersebut telah membuat tubuh Greenspan lemah hingga akhirnya wafat. “Dia akan dikenang karena kecerdasan dan kebaikannya. Menjadi pasangan hidupnya adalah kebahagiaan dalam hidupku,” lanjut Mitchell.

2. Greenspan lahir di New York pada 1926

potret Kota New York, Amerika Serikat (pexels.com/Burst)

Greenspan sendiri lahir di New York pada 6 Maret 1926. Sejak kecil, Greenspan sudah menyukai Matematika. Ia juga sangat cinta dengan musik. Kecintaannya terhadap Matematika membawanya menempuh studi Ekonomi hingga jenjang S3 di New York University.

Usai lulus dari universitas, Greenspan mendapatkan pekerjaan pertamanya pada 1948. Kala itu, ia bekerja di Badan Nasional Konferensi Industri AS. Di sana, ia bekerja sebagai seorang analis yang menganalisis permintaan baja, aluminium, dan tembaga yang ada di Negeri Paman Sam.

3. Greenspan didapuk menjadi Ketua The Fed pada 1987

ilustrasi The Fed (pexels.com/Markus Winkler)

Kejeniusan Greenspan dalam bidang ekonomi membuatnya mendapat kesempatan untuk memimpin The Fed. Greenspan menjadi Ketua The Fed pada 11 Agustus 1987. Saat itu, ia dipilih oleh Presiden AS ke-40, Ronald Reagan, untuk menggantikan Paul Volcker karena kejeniusannya sebagai seorang ekonom. 

Pada awal masa jabatannya, Greenspan langsung diuji dengan krisis ekonomi di AS pada 1987 yang dikenal dengan sebutan Black Monday. Beruntungnya, ia berhasil mengatasi masalah tersebut sehingga kondisi ekonomi AS pada masa itu tetap stabil.

Greenspan menjadi Ketua The Fed selama 5 periode. Greenspan mengakhiri jabatannya pada 31 Januari 2006 usai memimpin bank sentral tersebut selama 18,5 tahun. Ia menjadi Ketua The Fed di bawah kepemimpinan empat Presiden AS, yakni Reagan, George H. W. Bush, Bill Clinton, dan George W. Bush. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article