Turis AS Tewas Tersambar Petir saat Mendaki Gunung Etna Italia

- Turis AS berusia 30 tahun tewas tersambar petir saat mendaki Gunung Etna pada Minggu malam, setelah ditemukan henti jantung di area terlarang lereng timur.
- Akses sejumlah area Etna dibatasi akibat peningkatan aktivitas vulkanik; pejabat menyebut korban petir dalam beberapa dekade terakhir lebih banyak daripada korban aktivitas vulkanik.
- Erupsi Etna mengganggu ratusan penerbangan di Bandara Catania, sementara gunung yang dikunjungi sekitar 1,5 juta orang per tahun menghadirkan risiko vulkanik dan cuaca cepat berubah.
Jakarta, IDN Times - Seorang turis asal Amerika Serikat (AS) tewas setelah tersambar petir saat mendaki Gunung Etna di Sisilia, Italia. Insiden tersebut terjadi pada Minggu (16/8/2026) malam.
Dilansir BBC, pria berusia 30 tahun yang tidak disebutkan namanya itu ditemukan oleh petugas penyelamat dalam kondisi henti jantung sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Ia berada di area terlarang di lereng timur Gunung Etna, yang tengah mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.
Pria tersebut kemudian diterbangkan dengan helikopter ke Rumah Sakit Cannizzaro di Catania, tapi dinyatakan meninggal dunia setibanya di sana. Pihak berwenang saat ini masih menyelidiki insiden tersebut.
1. Beberapa area di gunung berapi tersebut ditutup akibat meningkatnya aktivitas vulkanik

Gunung berapi Etna (unsplash.com/Asa Rodger) Gunung Etna telah mengalami beberapa kali erupsi belakangan ini. Hal ini lantas mendorong pihak berwenang membatasi akses ke beberapa area di gunung berapi tersebut, khususnya di lereng bagian atas yang hanya memiliki sedikit tempat berlindung di atas batas pepohonan.
Dilansir The Guardian, para pejabat mengatakan bahwa dalam beberapa dekade terakhir, lebih banyak orang meninggal dunia akibat sambaran petir di Gunung Etna dibandingkan akibat aktivitas vulkanik. Adapun korban jiwa terakhir yang terkait dengan letusan di gunung berapi tersebut tercatat pada 1987.
2. Ratusan penerbangan terganggu akibat erupsi

ilustrasi bandara (unsplash.com/Rocker Sta) Aktivitas Gunung Etna juga menyebabkan ratusan penerbangan di Bandara Internasional Catania terganggu dalam sepekan terakhir. Status peringatan penerbangan baru diturunkan pada Sabtu (15/8/2026), dari tingkat tertinggi, yakni merah, menjadi oranye.
"Abu vulkanik dapat menimbulkan risiko besar bagi pesawat. Abu tersebut dapat terisap ke dalam mesin dan menyebabkan mesin mati mendadak. Itulah sebabnya semua pihak sangat berhati-hati terhadap penerbangan saat terjadi semburan abu vulkanik," terang Boris Behncke, peneliti di Observatorium Etna di bawah naungan Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi, seperti dikutip dari The Independent.
3. Erupsi Gunung Etna menjadi daya tarik wisatawan

Gunung berapi Etna (unsplash.com/Shawn Appel) Gunung Etna merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Eropa dengan ketinggian 3.324 meter. Letusannya menjadi daya tarik bagi wisatawan, yang ingin mengabadikan pemandangan dramatis semburan lava dan kepulan asap. Sekitar 1,5 juta orang mengunjungi gunung ini setiap tahunnya.
Dilansir DW, selain merupakan gunung berapi aktif, Gunung Etna juga merupakan gunung yang sangat besar dengan sejumlah area yang bisa berbahaya serta kondisi cuaca yang dapat berubah cepat. Badan Perlindungan Sipil Italia memperingatkan bahwa aktivitas vulkanik dan perubahan cuaca yang tiba-tiba dapat menciptakan kombinasi kondisi yang sangat berisiko.





















