Bantu Tangani Pasien Gempa NTT, PMI Datangi Pos-Pos Pengungsian

- PMI mulai beroperasi sejak 17 Agustus 2026 untuk memperkuat layanan kesehatan korban gempa Magnitudo 7,7 di NTT, saat sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan parah.
- Setiap hari, PMI merujuk tiga hingga empat pasien cedera serius dari posko medis ke helipad Basarnas, lalu diterbangkan ke RS Siloam Labuan Bajo.
- Tim PMI dan Dinas Kesehatan mengunjungi posko pengungsian untuk pemeriksaan warga; PMI Pusat menambah satu dokter dan dua tenaga kesehatan mulai 19 Agustus 2026.
Jakarta, IDN Times - Palang Merah Indonesia (PMI) membantu memperkuat layanan kesehatan bagi korban terdampak gempa bumi di NTT yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 ini menyebabkan sejumlah fasilitas kesehatan rusak parah.
Tim PMI mulai beroperasi membantu menangani pasien korban gempa sejak Senin, 17 Agustus 2026. Setiap harinya, PMI menangani tiga hingga empat pasien yang memerlukan rujukan untuk penanganan lebih lanjut. Sebagian besar, pasien mengalami cedera serius seperti patah tulang, patah tangan, dan cedera di bagian kepala.
1. PMI bantu antar pasien cedera serius

Palang Merah Indonesia (PMI) memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. (Dok. PMI) Layanan utama yang dilakukan PMI adalah mengantar pasien menggunakan ambulans dari posko layanan medis menuju helipad Basarnas, yang kemudian pasien tersebut diterbangkan menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kepala Markas PMI Kabupaten Manggarai Timur, Alfred Tuname, mengatakan permintaan rujukan cukup tinggi, karena banyak warga membutuhkan penanganan medis yang tidak dapat diberikan di fasilitas kesehatan setempat.
“Ini menjadi tantangan, karena tenaga medis di Dampek masih sangat terbatas, sementara Puskesmas setempat juga mengalami kerusakan berat akibat gempa,” ujar Alfred.
2. PMI datangi posko pengungsian untuk layani warga

Palang Merah Indonesia (PMI) memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. (Dok. PMI) Tak hanya mengantar pasien yang membutuhkan rujukan, tim ambulans PMI bersama tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat, juga mendatangi sejumlah posko mandiri yang dikelola masyarakat.
Di sana, petugas memberikan pemeriksaan dan pengobatan bagi warga yang mengalami cedera ringan maupun keluhan kesehatan setelah gempa, seperti sesak napas, batuk, memar, dan luka ringan lainnya.
Alfred mengatakan upaya ini agar masyarakat masih bisa mendapatkan pemeriksaan. Hal itu dikarenakan sebagian besar dari mereka masih mengalami trauma pasca-gempa, dan enggan datang ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.
3. PMI akan tambah tenaga medis untuk bergabung

Palang Merah Indonesia (PMI) memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. (Dok. PMI) PMI Pusat juga akan memperkuat layanan kesehatan di Dampek dengan menambah tenaga medis. Mulai Rabu, 19 Agustus 2026, satu dokter dan dua tenaga kesehatan dari PMI Pusat akan bergabung dengan tim ambulans, serta tenaga kesehatan setempat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa.
Menurut Alfred, langkah mendatangi posko pengungsian juga dilakukan karena sebagian warga masih trauma dan enggan datang ke rumah sakit. Selain membantu warga mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan, layanan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban Rumah Sakit Lapangan yang kapasitas tempat tidurnya masih terbatas.





















