Ribuan Warga Ukraina Demo Desak Eks Menhan Dikembalikan

- Ribuan warga Ukraina berdemonstrasi damai di Kiev dan Lviv menjelang pemilihan 18 Agustus 2026, menuntut Mykhailo Fedorov dikembalikan sebagai Menteri Pertahanan.
- Demonstran menilai pemerintah Zelenskyy kurang transparan atas pencopotan Fedorov pada reshuffle Juli, serta meminta dialog karena kekosongan jabatan dinilai berdampak pada tentara.
- Kepala Staf baru Mykhailo Drapatyi menjanjikan respons terhadap keluhan rekrutmen bermasalah, tetapi penunjukannya belum meredakan penolakan demonstran atas pencopotan Fedorov.
Jakarta, IDN Times - Ribuan warga Ukraina menggelar demonstrasi di sejumlah kota di tengah perang pada Minggu (16/8/2026). Mereka mendesak agar eks Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov, dikembalikan ke jabatannya menjelang pemilihan pada Selasa (18/8/2026).
Pencopotan Fedorov dilakukan di tengah reshuffle kabinet pemerintahan Zelenskyy pada Juli. Namun, banyak pihak, terutama pemuda yang menyayangkan keputusan tersebut karena melihat Fedorov sebagai perwakilan pemuda.
1. Ribuan demonstran gelar long-march di Kiev

Demonstran pro-Ukraina. (unsplash.com/velikarnadsky) Demonstrasi ini dilakukan beberapa ribu warga yang berkumpul di Lapangan Nasional Philharmonic. Mereka kemudian melakukan long-march melewati Lapangan Kemerdekaan (Maidan) dan melanjutkan aksinya di Lapangan Ivan Franko, Kiev.
Dilansir Kyiv Post, demonstran menyuarakan slogan, “Bunuh koruptor” dan “Dengarkan permintaan warga yang kuat”. Meskipun dilakukan dengan skala besar, demonstrasi ini dilakukan dengan damai.
Sementara itu, demonstran menilai pemerintahan Zelenskyy kurang transparan. Mereka mendesak Zelenskyy untuk memberikan jawaban dan alasan atas pencopotan Fedorov yang dianggap sudah bekerja dengan baik.
2. Warga di Lviv desak negosiasi dengan perwakilan di Kiev

ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/photofixation) Pada saat yang sama, demonstrasi juga digelar di Lviv untuk mendesak diadakannya dialog dengan perwakilan di Kiev. Mereka menyebut bahwa kekosongan di kursi Menhan Ukraina akan berdampak besar pada tentara.
“Setiap hari dari penundaan ini akan berdampak pada nyawa tentara di medan perang,” terang salah satu demonstran, dikutip dari EFE.
Di sisi lain, Fedorov menghindari kritik langsung kepada Zelenskyy dan tidak ikut dalam demonstrasi. Namun, ia menolak tawaran untuk mengisi jabatan lain di pemerintahan Zelenskyy.
3. Perubahan di tubuh militer Ukraina

Tentara Ukraina. (commons.wikimedia.org/President Of Ukraine) Kepala Staf Militer Ukraina baru, Mykhailo Drapatyi mengatakan bahwa adanya perubahan di tubuh militer Ukraina. Terutama setelah menggantikan peran dari Oleksandr Syrskyi.
Drapatyi mengungkapkan akan merespons komplain soal praktik rekrutmen tentara yang terdampak skandal kekerasan. Penunjukkan Drapatyi sudah disambut baik oleh warga, tapi demonstran tetap tidak menerima pencopotan Fedorov.





















