4 Fakta Unik Masjid Raja Saud, Masjid Terbesar di Jeddah

Take a Deeper Reads

Di jantung kota Jeddah, Masjid Raja Saud berdiri sebagai tempat ibadah yang megah. Dirancang oleh arsitek asal Mesir, Abdel-Wahed El-Wakil, memadukan gaya Islam klasik dengan gagasan-gagasan modern. Sebagai masjid terbesar di Jeddah, mencerminkan upaya untuk melestarikan desain Islam di era modern. Masjid ini juga merupakan contoh nyata bagaimana iman, sejarah, dan desain kontemporer dapat berpadu harmonis.
Karya El-Wakil menggunakan metode pembangunan tradisional yang telah teruji. Pada Masjid Raja Saud, ia menerapkan elemen-elemen khas arsitektur Islam, seperti dinding tebal dan struktur kubah melengkung. Menghadirkan nuansa yang megah, namun tetap terasa tenang dan hangat di dalamnya. Yuk, simak fakta unik tentang Masjid Raja Saud berikut ini, guys!
1. Arsitektur Masjid Raja Saud

potret pelataran Masjid Raja Saud (commons.wikimedia.org/Zohair Harb) Sisi barat masjid menghadap ke arah kiblat. Sementara itu, ketiga sisi lainnya mengikuti tata letak jalan di Jeddah. Untuk menghubungkan berbagai garis arah tersebut, Africans Column menjelaskan bahwa desainnya menggunakan bentuk-bentuk segitiga kecil yang menampung area wudu, ruang kelas, kantor, dan hunian. Desain ini menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai ruang bagi masyarakat setempat.
Masjid Raja Saud memiliki pelataran terbuka yang luas di bagian tengahnya, yang dipenuhi cahaya alami. Berfungsi sebagai ruang spiritual utama di dalam masjid. Selain itu, menghubungkan berbagai bagian kompleks. Desainnya mencerminkan arsitektur Islam masa lampau, yang digunakan baik untuk pertemuan maupun perenungan.
2. Aula salat utamanya memiliki luas yang mengesankan

potret lampu gantung di dalam Masjid Raja Saud (commons.wikimedia.org/زهير حرب) Aula salat utama Masjid Raja Saud memiliki luas sekitar 5.000 m persegi. Dirancang dengan penekanan yang jelas pada dimensi dan bentuknya. Salah satu fitur utamanya adalah deretan iwan yang menjulang tinggi—yakni struktur kubah melengkung besar yang mengarahkan pandangan ke arah kubah utama. Kubah tersebut memiliki bentang selebar 20 m dan menjadi titik fokus utama aula salat ini.
Dua kubah berukuran 12 m berdiri di kedua sisi kubah utama. Ukuran dan bentuknya yang sama memberikan kesan seimbang pada ruang tersebut. Beberapa kubah yang lebih kecil, masing-masing dengan lebar 6 m, ditempatkan di sekelilingnya. Secara keseluruhan, deretan kubah ini menciptakan pola yang jelas dan tenang pada bangunan masjid.
3. Atapnya mirip permadani geometris yang rumit

potret bagian dalam kubah Masjid Raja Saud (commons.wikimedia.org/زهير حرب) Dilihat dari atas, atap masjid menampilkan desain geometris yang jelas dan kaya. Banyak kubah ditempatkan di sepanjang atap dalam barisan yang rapi. Setiap kubah turut memperkaya bentuk dan gaya keseluruhan masjid. Secara keseluruhan, kubah-kubah tersebut menciptakan desain atap yang seimbang dan terencana dengan baik.
Kubah-kubah besar terinspirasi oleh bangunan-bangunan dari era Mamluk. Dinding penopang yang kokoh menopang, sementara jendela-jendela tinggi memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam ruangan. Cahaya matahari menerangi ruang bagian dalam. Dengan demikian, cahaya memegang peranan penting dalam desain masjid serta aula salatnya.
4. Diresmikan pada tahun 1987

potret gagang pintu kuningan Masjid Raja Saud (commons.wikimedia.org/زهير حرب) Masjid Raja Saud dirancang oleh seorang arsitek asal Mesir, Abdel-Wahed El-Wakil. Ia merancang lebih dari 15 masjid di seluruh Arab Saudi dan dikenal sebagai tokoh terkemuka dalam desain Islam modern. Desain masjid ini mengacu pada Masjid Sultan Hasan di Kairo. Christopher Wilton-Steer mengatakan bahwa pembangunannya rampung pada tahun 1987.
Masjid Raja Saud lebih dari sekadar tempat ibadah. Mencerminkan sejarah serta gagasan para pembangun dan umat beriman di masa lampau. Desainnya menunjukkan bahwa arsitektur harus berfokus pada tujuan, keahlian, dan kebutuhan manusia. Hal ini juga memperlihatkan bahwa keindahan dapat lahir dari desain yang tak lekang oleh waktu.
Masjid Raja Saud bukan sekadar masjid terbesar di Jeddah; kubah-kubah yang megah, desain yang unik, dan gaya arsitektur Islam klasik menjadikannya salah satu markah tanah utama kota. Sejarahnya yang kaya juga menunjukkan bagaimana desain Islam klasik tetap relevan di era modern.






















