5 Fakta Masjid Pertevniyal Valide Sultan, Warisan Ottoman di Istanbul

- Masjid Pertevniyal Valide Sultan di Aksaray, Istanbul, dibangun atas perintah Pertevniyal Sultan, selir Mahmud II dan ibu Sultan Abdülaziz, serta masih digunakan warga lokal.
- Pembangunan masjid berlangsung pada November 1869 hingga 1871, kemungkinan dirancang Sarkis Bey dari keluarga Balyan dengan perpaduan gaya Rococo Turki, Ottoman, Gotik, Renaisans, dan Empire.
- Masjid ini memiliki interior biru berdetail Ottoman serta menjadi pusat kompleks berisi makam, sebil, perpustakaan, dan madrasah yang mengalami kebakaran, pemindahan, serta rekonstruksi.
Turki punya hampir 90.000 masjid yang tersebar di berbagai sudut kota dan wilayahnya. Sebagian besar masjid bersejarah yang populer di sana memang tidak bisa lepas dari peninggalan Kesultanan Ottoman, salah satunya adalah Masjid Pertevniyal Valide Sultan di Istanbul.
Lantas, apa sebenarnya cerita menarik di balik sejarah dan keunikan masjid indah yang satu ini? Yuk, simak pembahasannya!
1. Dibangun atas perintah selir sultan mahmud ii

Gerbang Masjid Pertevniyal Valide Sultan di Istanbul, Turki. (commons.wikimedia.org/Dosseman) Masjid Pertevniyal Valide Sultan, juga dikenal sebagai Masjid Aksaray Valide. Bangunan ini berdiri di lokasi yang sangat strategis, tepatnya di persimpangan Jalan Ordu dan Boulevard Atatürk di kawasan Aksaray. Posisinya yang sangat mudah ditemukan ini berada tepat di samping bangunan Sekolah Menengah Atas Pertevniyal.
Masjid bersejarah ini resmi dibangun atas perintah dari Pertevniyal Sultan. Beliau adalah sosok penting dalam sejarah Kerajaan Ottoman karena merupakan selir dari Sultan Mahmud II sekaligus ibu dari Sultan Abdülaziz. Kehadiran masjid ini menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang terus hidup dan digunakan oleh warga lokal hingga sekarang.
2. Dirancang oleh arsitek dari keluarga balyan

Bagian dalam Masjid Pertevniyal Valide Sultan di Istanbul, Turki. (commons.wikimedia.org/Dosseman) Masjid Pertevniyal Valide Sultan kemungkinan besar dirancang oleh Sarkis Bey, seorang arsitek ternama dari keluarga Balyan. Proses pembangunannya sendiri dimulai pada bulan November 1869 dan berhasil diselesaikan sepenuhnya pada tahun 1871. Desain masjid ini menjadi contoh indah gaya Rococo Turki yang memadukan sentuhan klasik Ottoman, Maroko, Gotik, Renaisans, hingga Empire.
Penggunaan beragam gaya arsitektur tersebut menunjukkan pengaruh sudut pandang eklektik yang memang sangat populer di akhir era Ottoman. Selain itu, bentuk bangunan ini juga terlihat mendapat sentuhan inspirasi dari arsitektur khas India, Afrika Utara, dan Andalusia. Perpaduan unik inilah yang membuat tampilannya berbeda dan sangat memikat dibanding masjid-masjid lainnya.
3. Fasadnya dihiasi dengan menara

Interior kubah utama dari Masjid Pertevniyal Valide Sultan di Istanbul, Turki. (commons.wikimedia.org/Ali.tinbo) Fasad sisi timur, barat, dan selatan Masjid Pertevniyal Valide Sultan dihiasi dengan menara yang tampak anggun. Selain menara, bagian tengah fasadnya dibuat sedikit menonjol ke arah luar. Pada bagian paling atas proyeksi tersebut, terdapat penutup berupa pedimen berbentuk segitiga.
Setiap bagian pedimen ini dirancang dengan tampilan yang sangat menarik. Desain utamanya dipasangi jendela yang disusun rapi dalam dua baris. Masing-masing baris tersebut diisi oleh tiga jendela yang mempercantik tampilan luar masjid.
4. Interiornya didominasi warna biru

Bagian dalam ruang salat Masjid Pertevniyal Valide Sultan di Istanbul, Turki. (commons.wikimedia.org/Ali.tinbo) Masjid Pertevniyal Valide Sultan dibangun dengan denah tradisional yang memiliki ruang salat berbentuk persegi berukuran 10 meter x 10 meter. Di atas ruang salat tersebut, berdiri satu kubah yang menaungi seluruh area bagian dalam masjid. Bagi jamaah yang masuk, ukuran ruang ini memberikan kesan yang pas dan terasa begitu proporsional.
Bagian interior masjid didekorasi dengan sangat rumit dan didominasi oleh penggunaan warna biru yang cantik. Dindingnya dihiasi berbagai detail khas Ottoman Klasik, mulai dari ceruk buta, muqarnas, motif lengkung, arabesque, hingga ukiran rangkaian bunga. Uniknya, di tengah hiasan dinding yang padat tersebut, bagian mihrab dan mimbar marmernya justru dibuat polos.
5. Titik pusat dari sebuah kompleks besar

Pelataran Masjid Pertevniyal Valide Sultan di Istanbul, Turki. (commons.wikimedia.org/Dosseman) Masjid Pertevniyal Valide Sultan tidak sekadar berdiri sebagai tempat ibadah saja. Bangunan ini sebenarnya merupakan titik pusat dari sebuah kompleks besar yang mencakup makam, sebil, air mancur, ruang penjaga waktu, perpustakaan, dan madrasah. Makam Pertevniyal Sultan sendiri awalnya berada di dalam pusat kompleks masjid ini.
Seiring berjalannya waktu, kompleks bersejarah ini mengalami beberapa peristiwa penting dan penataan ulang. Madrasah kompleks ini sempat terbakar pada tahun 1911, lalu ruang penjaga waktu, sebil, dan makam harus dipindahkan saat renovasi Lapangan Aksaray pada tahun 1956–1959. Jenazah Valide Sultan bahkan sempat dipindahkan ke Istana Topkapı dan makam Sultan Mahmud II, sebelum akhirnya dikembalikan ke makam aslinya yang berhasil direkonstruksi.
Keindahan masjid bersejarah di Turki memang selalu menyimpan cerita unik. Menurut kamu, apa hal paling menarik dari Masjid Pertevniyal Valide Sultan? Sampai jumpa di artikel selanjutnya!



















