Lawrence Wong kembali jadi PM Singapura. (x.com/@@LawrenceWongST)
Dalam skema baru, gaji dasar paket remunerasi menteri akan meningkat dari sekitar 1,1 juta dolar Singapura menjadi sekitar 1,2 juta dolar Singapura. Namun, Wong memperkirakan sebagian besar menteri dapat menerima sekitar 1,35 juta dolar Singapura pada akhir masa pemerintahan saat ini.
Hal itu dimungkinkan karena sebagian komponen gaji pejabat politik dikaitkan dengan kinerja. Besaran remunerasi tidak hanya bergantung pada gaji dasar, tetapi juga dapat meningkat berdasarkan pencapaian sejumlah target ekonomi dan sosial pemerintah.
Beberapa indikator yang menjadi pertimbangan antara lain tingkat pengangguran, pertumbuhan pendapatan, dan pertumbuhan produk domestik bruto atau GDP.
Pemerintah Singapura telah lama menggunakan sistem tersebut untuk menjelaskan bahwa remunerasi pejabat politik bukan sekadar pembayaran tetap, melainkan juga memiliki komponen yang berkaitan dengan hasil kerja pemerintahan.
Meski demikian, kebijakan ini kembali memicu kritik. Singapura saat ini menghadapi kekhawatiran mengenai pemutusan hubungan kerja, prospek pekerjaan bagi lulusan baru, serta tekanan inflasi dan biaya hidup.
Data pemerintah menunjukkan jumlah pekerja yang terkena PHK pada kuartal terakhir mencapai level tertinggi dalam lebih dari lima tahun. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat menilai kenaikan gaji pejabat politik kurang sensitif terhadap persoalan ekonomi yang mereka hadapi.
Di media sosial, sejumlah warga menyebut kebijakan itu tidak peka karena diumumkan ketika banyak masyarakat justru menghadapi ketidakpastian pekerjaan. Namun, ada pula yang mendukung kenaikan tersebut dengan alasan Singapura membutuhkan yang terbaik dari yang terbaik untuk menjalankan pemerintahan.
Isu gaji pejabat politik sendiri bukan hal baru dalam politik Singapura. Pada pemilu 2011, People’s Action Party (PAP) mengalami penurunan perolehan suara ke titik terendah dalam beberapa dekade. Ketidakpuasan publik terhadap gaji menteri dan kebijakan imigrasi menjadi salah satu faktor yang disorot dalam pemilu tersebut.
Setahun kemudian, pemerintah memangkas gaji para menteri. Namun, setelah bertahun-tahun tidak mengalami penyesuaian signifikan, pemerintah kini kembali menaikkan remunerasi pejabat politik dengan alasan kebutuhan regenerasi dan persaingan mendapatkan talenta.
Wong mengatakan dirinya memahami mengapa persoalan tersebut terus mendapat perhatian publik. Meski demikian, dia menilai pemerintah tidak bisa terus menghindari pembahasan mengenai gaji politik hanya karena isu tersebut sensitif secara politik.
Wong juga telah berkomitmen untuk menyumbangkan kenaikan gajinya sebesar 1,4 juta dolar Singapura atau sebesar Rp19,5 miliarlEE kepada badan amal selama lima tahun ke depan. Langkah tersebut sebelumnya juga pernah dilakukan pendahulunya, Lee Hsien Loong, yang pada 2007 berjanji menyumbangkan kenaikan gajinya kepada badan amal selama beberapa tahun.