Pusat Penelitian Jerman untuk Ilmu Kebumian (GFZ) mencatat bahwa gempa ini berasal dari kedalaman 177 kilometer. Titik pusatnya berada di pegunungan Hindu Kush, wilayah yang memang sering mengalami gempa di Asia Tengah. Sementara itu, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan posisi pusat gempa berada sekitar 150 kilometer di sebelah timur Kota Kunduz.
Karena pusat gempa berada sangat dalam di bawah tanah, getarannya merambat sangat jauh hingga ke Islamabad (Pakistan) dan New Delhi (India). Warga yang tinggal di gedung-gedung tinggi di wilayah New Delhi sempat panik saat merasakan guncangan.
"Saat gempa terjadi, saya sedang duduk di kamar dan merasakan tempat tidur bergoyang. Ketika saya melihat ke atas, kipas angin juga ikut berayun," kata seorang saksi mata di New Delhi.
Para ahli menjelaskan bahwa gempa yang pusatnya cukup dalam seperti ini memang memiliki daya jangkau getaran yang luas, meski risiko kerusakan langsung di permukaan tanah biasanya lebih kecil dibanding gempa dangkal. Namun, bangunan yang sudah tua atau rapuh tetap tidak kuat menahan getaran tersebut. Aktivitas gempa di kawasan Hindu Kush disebabkan oleh pergerakan Lempeng India dan Lempeng Eurasia.
Pemerintah Pakistan melaporkan getaran terasa di Kota Peshawar, Chitral, Swat, dan Shangla. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan besar di Pakistan, namun pemerintah setempat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.