Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu), Arrmanatha ‘Tata’ Nasir, menegaskan diplomasi Indonesia ke depan akan berfokus pada penguatan ketahanan nasional, stabilitas kawasan, dan peran Indonesia di tingkat global.
Dalam briefing perdananya sebagai Menlu, Tata mengatakan, ketiga aspek tersebut saling berkaitan. Menurut dia, Indonesia tidak dapat berkontribusi secara optimal di dunia apabila ketahanan di dalam negeri belum kuat.
Dia menekankan, diplomasi harus tetap berpijak pada konstitusi, prinsip bebas aktif, dan kepentingan nasional. Pada saat yang sama, Indonesia perlu menjaga kepercayaan mitra internasional di tengah ketidakpastian geopolitik.
Tata merangkum arah diplomasi tersebut dalam satu kalimat, “Indonesia yang kuat di dalam, dipercaya di kawasan, dan didengar di dunia.”
