Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Inggris Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi untuk Hadapi Serangan Houthi
Bendera Inggris (magnific.com/gpointstudio)
  • Inggris mengerahkan jet tempur Typhoon ke Arab Saudi untuk menghadang drone dan rudal Houthi, atas permintaan Riyadh, dengan mandat pertahanan tanpa serangan ke daratan Yaman.
  • Bantuan Inggris turut mencakup pesawat Atlas A400M, tim penasihat, pesawat pengisi bahan bakar, dan sistem pertahanan udara, setelah serangan di Bandara King Khalid menewaskan 14 orang serta melukai lebih dari 300 orang.
  • Pengerahan dilakukan di tengah kekhawatiran ancaman Houthi terhadap fasilitas energi, Selat Bab al-Mandeb, pasokan minyak dunia, dan jalur perdagangan internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris mengerahkan sejumlah jet tempur jenis Typhoon untuk melindungi wilayah perkotaan serta fasilitas penting di Arab Saudi dari serangan kelompok Houthi pada Selasa (20/10/2026). Pengerahan armada ini bertujuan menangkal ancaman pesawat tanpa awak (drone) dan tembakan rudal yang kian sering mengarah ke wilayah Saudi.

Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan bahwa jet tempur tersebut murni bertugas menjaga pertahanan udara tanpa melancarkan serangan ke daratan Yaman. Keputusan ini diambil guna merespons serangan kelompok bersenjata tersebut yang dinilai mengancam stabilitas kawasan, pasokan energi dunia, serta jalur kapal dagang internasional.

1. Penjagaan ruang udara Arab Saudi dengan bantuan jet tempur Inggris

Armada jet tempur Typhoon bertugas memantau dan melumpuhkan pesawat tanpa awak serta rudal balistik sebelum menghantam permukiman warga maupun fasilitas penting di Arab Saudi. Operasi militer ini dijalankan menyusul permintaan resmi dari pemerintah Saudi yang telah disetujui oleh Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, dengan perintah tegas agar pasukan tidak menyerang daratan Yaman.

Pemerintah Inggris juga mengirim pesawat angkut logistik Atlas A400M beserta tim penasihat untuk mendampingi para perwira militer Saudi. Bantuan ini melengkapi keberadaan pesawat pengisi bahan bakar di udara yang telah merampungkan 14 misi penerbangan, serta penempatan sistem pertahanan udara di berbagai lokasi penting.

2. Kecaman keras Inggris atas serangan maut di bandara Riyadh

Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting, mengutuk keras serangan kelompok Houthi yang menyasar fasilitas umum, terutama Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Peristiwa paling mematikan dalam sepuluh tahun terakhir tersebut menewaskan 14 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya.

Streeting menegaskan bahwa penyerangan terhadap fasilitas umum warga sudah melewati batas kewajaran, sehingga Inggris merasa perlu mengirimkan bantuan pertahanan udara tambahan.

"Serangan tanpa henti dari kelompok Houthi terhadap sekutu kami merupakan tindakan keji. Penyerangan terhadap bandara di Riyadh membuktikan niat mereka untuk memperkeruh ketegangan di kawasan," ujar Streeting, dilansir Livemint.

Pemerintah Inggris menegaskan komitmennya untuk membantu pertahanan Saudi, terlebih setelah juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengumumkan rencana untuk memperluas serangan ke wilayah-wilayah lain di Arab Saudi.

3. Ancaman terhadap jalur perdagangan minyak dan kestabilan kawasan

Langkah militer ini diambil karena adanya kekhawatiran terhadap dampak konflik di Yaman bagi perekonomian dunia. Kelompok bersenjata Houthi terus bergerak di pesisir barat Yaman untuk menguasai Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah, yang merupakan salah satu jalur pelayaran niaga terpenting di dunia.

Situasi yang memanas tersebut dikhawatirkan dapat memicu lonjakan harga minyak mentah dunia dan naiknya biaya pengiriman barang, yang pada akhirnya membebani biaya hidup masyarakat luas. Di sisi lain, serangan rudal Houthi ke sebuah tempat latihan militer di Provinsi Shabwa juga dilaporkan menewaskan antara 58 hingga 73 prajurit setempat. Oleh karena itu, kehadiran jet tempur Typhoon diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan untuk melindungi fasilitas energi penting sekaligus mencegah krisis kawasan makin meluas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article