Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Inggris Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Bantu Riyadh Hadapi Houthi

3 min read
Inggris Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Bantu Riyadh Hadapi Houthi
ilustrasi bendera Inggris (unsplash.com/Chris Boland)
  • Inggris mengerahkan jet Typhoon RAF untuk melindungi kota dan infrastruktur vital Arab Saudi dari rudal serta drone Houthi, tanpa menyerang kelompok tersebut di Yaman.
  • Langkah ini menyusul serangan Houthi ke Bandara Internasional King Khalid pada 10-11 Oktober yang menewaskan 14 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
  • Dukungan Inggris turut mencakup penasihat militer, pesawat Atlas A400M, serta perpanjangan pengisian bahan bakar udara, di tengah konflik Houthi melawan Arab Saudi dan pemerintah Yaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan akan mengerahkan jet tempur Typhoon milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) untuk melindungi kota-kota dan infrastruktur vital di Arab Saudi. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya serangan Houthi terhadap infrastruktur penting Riyadh, termasuk fasilitas minyak dan bandara.

Houthi mengaku bertanggung jawab atas dua serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada 10 dan 11 Oktober lalu. Serangan tersebut menewaskan 14 orang dan lebih dari 300 orang terluka. Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting, mengatakan serangan itu menunjukkan kesediaan milisi yang didukung Iran itu untuk meningkatkan eskalasi di kawasan.

Pada Selasa (20/10/2026), Kementerian mengatakan bahwa jet Typhoon yang dikerahkan tersebut akan berperan mencegat rudal dan drone yang diluncurkan ke arah Arab Saudi. Pihaknya menegaskan bahwa jet tersebut tidak akan melakukan serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman, dilansir BBC.

  1. 1. Pengerahan militer terbaru Inggris menambah misi yang sudah ada

    bendera Inggris
    ilustrasi bendera Inggris (Qwexcxewq, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Inggris sebelumnya telah memiliki komitmen untuk menyediakan layanan pengisian bahan bakar di udara bagi jet tempur Arab Saudi menggunakan pesawat RAF Voyager. Komitmen terbaru terhadap Riyadh pada Selasa akan mencakup pengerahan penasihat militer serta pesawat angkut Atlas A400M yang mampu mengangkut peralatan berat.

    London telah lama menjadi sekutu militer Riyadh. Misi layanan pengisian bahan bakar di udara telah diperpanjang selama 90 hari. Selain itu, Arab Saudi juga telah mempertimbangkan untuk membeli 48 unit jet Typhoon tambahan, dalam sebuah negosiasi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, mengutip The Guardian.

    Intervensi militer yang dilakukan Inggris sebagian dibenarkan dengan alasan bahwa ketidakstabilan di Timur Tengah telah memicu kenaikan harga energi dan berdampak pada biaya hidup. Pengumuman pada Selasa disampaikan setelah Streeting bertemu dengan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, di Pentagon.

  2. 2. Ketegangan meningkat usai Houthi-Riyadh saling menargetkan serangan

    ilustrasi peta Arab Saudi
    ilustrasi peta Arab Saudi (pexels.com/Lara Jameson)

    Konflik antara Houthi dan Arab Saudi kian memanas sejak milisi yang didukung Iran itu mengumumkan akan menyasar kapal-kapal Riyadh di Laut Merah serta infrastruktur di dalam wilayah kerajaan tersebut. Hal tersebut menyusul serangan Arab Saudi sebelumnya terhadap bandara yang dikuasai Houthi di ibu kota Yaman, Sana’a.

    Pada awal bulan ini, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, bersumpah untuk terus melanjutkan operasi yang kian meningkat jauh di dalam wilayah Arab Saudi. Streeting mengatakan bahwa serangan berkelanjutan dari milisi tersebut terhadap Riyadh adalah tindakan yang sangat tercela, dikutip dari CNN.

  3. 3. Serangan antara Houthi dan pemerintah Yaman juga meningkat

    ilustrasi peta pembagian wilayah Yaman
    ilustrasi peta pembagian wilayah Yaman (GeoEvan, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

    Houthi terlibat dalam perang saudara melawan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung oleh Arab Saudi. Pada bulan lalu, milisi sekutu Iran tersebut melancarkan serangan kilat di pesisir barat Yaman, dan merebut wilayah-wilayah penting, termasuk Bab al-Mandeb di Laut Merah.

    Dengan dukungan pesawat tempur Arab Saudi, pasukan darat pemerintah Yaman melancarkan serangan balik untuk merebut kembali wilayah yang hilang. Menurut pejabat setempat, setidaknya 53 anggota pasukan pemerintah Yaman tewas dalam serangan rudal balistik oleh Houthi di provinsi Shabwa, wilayah tenggara, pada Senin.

    Meski telah menghadapi kampanye serangan udara yang intens dan serangan darat berskala besar, Houthi tetap menguasai lokasi-lokasi penting. Milisi itu juga terus meluncurkan rudal dan drone ke arah lawan-lawannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More