Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Iran Sebut Arab Saudi dan Houthi Abaikan Tawaran Mediasi

3 min read
Iran Sebut Arab Saudi dan Houthi Abaikan Tawaran Mediasi
potret Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi (tasnimnews.ir/Hamed Malekpour via commons.wikimedia.org/Hamed Malekpour)
  • Iran menyatakan Arab Saudi dan Houthi belum merespons tawaran mediasi yang diajukan pada 11 Oktober untuk meredakan konflik yang kian memanas.
  • Houthi dilaporkan menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, menewaskan 17 orang dan melukai 333 lainnya, serta merusak tangki minyak Aramco hingga produksi dihentikan.
  • Pejabat Arab Saudi menuduh Iran memasok senjata, melatih, dan mendukung Houthi dalam serangan terhadap negaranya, tuduhan yang muncul di tengah tawaran mediasi Teheran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran menyebut Arab Saudi dan Houthi mengabaikan tawaran mediasi dari pihaknya. Sebab, dalam wawancara dengan stasiun televisi Irak, Al Ekhbariya TV, yang dirilis pada Selasa (20/10/2026) kemarin, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menjelaskan, baik Riyadh dan Houthi hingga saat ini belum merespons tawaran tersebut.

Dalam wawancara tersebut, Araghchi juga menyinggung kemungkinan Mesir untuk membantu Arab Saudi memerangi Houthi. Araghchi menyebut bahwa Kairo sebelumnya sudah memberitahunya bahwa mereka tidak akan terlibat langsung dalam konflik antara Arab Saudi dan Houthi.  

  1. 1. Iran ingin mendorong perdamaian antara Arab Saudi dan Houthi

    Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, sedang berpidato di atas mimbar.
    Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, sedang berpidato di atas mimbar. (commons.wikimedia.org/Wasfi Akab)

    Iran sendiri secara resmi menawarkan diri untuk menjadi mediator Arab Saudi dan Houthi pada 11 Oktober lalu. Araghchi menjelaskan, tawaran ini disampaikan karena Teheran ingin mendorong perdamaian antara Riyadh dan milisi asal Yaman tersebut. Sebab, konflik di antara kedua pihak kini semakin memanas. 

    “Bersikeras pada pendekatan militer dan mengabaikan solusi politik hanya akan semakin memperumit situasi,” kata Araghchi kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan, dalam percakapan di panggilan telepon, seperti dilansir Al Jazeera.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, juga mendukung mediasi antara Arab Saudi dan Houthi. Sebab, menurutnya, jika perang Riyadh dan Houthi berlanjut, situasi geopolitik di Timur Tengah akan semakin kacau. Terlebih, konflik antara Iran dan AS serta konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon juga belum sepenuhnya berakhir. 

  2. 2. Houthi kerap menyerang fasilitas vital yang ada di Arab Saudi

    Bandara Internasional King Khalid, Arab Saudi.
    potret Bandara Internasional King Khalid, Arab Saudi (panoramio.com/liton islam via commons.wikimedia.org/liton islam)

    Dalam melakukan serangan, Houthi kerap menyasar sejumlah fasilitas vital yang ada di Arab Saudi. Beberapa di antaranya, seperti fasilitas minyak dan bandara internasional. Dua pekan lalu, misalnya, Houthi meluncurkan serangan ke Bandara Internasional King Khalid yang terletak di Ibu Kota Riyadh. Dilansir Xinhua News, serangan tersebut menewaskan total 17 orang dan melukai 333 lainnya. 

    Fasilitas minyak milik perusahaan energi nasional Arab Saudi, Aramco, juga terkena serangan Houthi dua pekan lalu. Serangan tersebut merusak sejumlah tangki penyimpanan minyak yang ada di fasilitas tersebut. Hal ini membuat produksi minyak di sana ketika itu terpaksa dihentikan untuk menghindari bahaya serangan lanjutan.

  3. 3. Sejumlah pejabat Arab Saudi menuduh Iran mendukung serangan dari Houthi

    Bendera Iran sedang berkibar.
    potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

    Sejumlah pejabat di Arab Saudi justru menuduh Iran telah mendukung semua serangan Houthi yang menyasar negaranya. Rayed Krimly, Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi bidang Diplomasi Publik, mengatakan Iran selama ini telah memasok senjata dan melatih semua pasukan milisi Houthi. Ia menilai, upaya ini dilakukan karena Iran ingin Arab Saudi hancur.

    "Iran terus mempersenjatai, melatih, dan mendukung milisi Houthi yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Kami berpendapat bahwa eskalasi yang dilakukan oleh Houthi pada tahap terbaru konflik ini didorong oleh Iran," jelas Krimly dilansir The New Arab.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More