Drone Emprit Ungkap Sentimen Publik untuk 2 Tahun Prabowo-Gibran

Analisis Drone Emprit mencatat media sosial didominasi sentimen negatif terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, berbeda dari media online yang lebih banyak memuat sentimen positif.
Isu ekonomi, MBG, karhutla, kebebasan sipil, kabinet, dan korupsi menjadi perhatian utama publik serta mendorong kritik di ruang digital.
Prabowo menyatakan kebanggaannya atas capaian pemerintah selama dua tahun, sementara evaluasi kinerja kabinet menjadi bagian dari agenda pemerintahan.
Jakarta, IDN Times - Percakapan publik di media sosial selama untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diwarnai sentimen negatif.
Analisis Drone Emprit menggunakan percakapan dari X, FB, IG, YouTube, TikTok, Threads, dan media online pada 1 Januari sampai 20 Oktober 2026 untuk memetakan tren, sentimen, emosi, serta isu utama terkait Prabowo-Gibran.
"Media online didominasi sentimen positif (48,5 persen), sedangkan media sosial didominasi sentimen negatif (57,6 persen). Isu ekonomi, MBG, karhutla, dan kebebasan sipil menjadi pendorong utama dinamika opini publik," demikian hasil analisis Drone Emprit, dikutip IDN Times, Kamis (22/10/2026).
1. Publik kritik sektor ekonomi dan MBG

Presiden Prabowo Subianto menghadiri rapat koordinasi nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026) (Youtube.com/Sekretariat Presiden) Drone Emprit mengungkapkan, publik menyoroti sektor-sektor ekonomi dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara kritis. Capaian investasi dan stabilitas makro yang diklaim pemerintah justru memunculkan skeptimisme karena kondisi pelemahan rupiah dan biaya hidup tinggi. Program MBG dikritik akibat kendala tata kelola dan mutu makanan.
Di bidang politik, isu kabinet gemuk, tindakan represif aparat, serta korupsi sektor publik mendorong eskalasi protes sipil. Drone Emprit mencatat, isu transparansi kualifikasi pejabat, dugaan praktik nepotisme, serta retorika provokatif pejabat publik di ruang publik justru memicu gelombang kemarahan netizen. Selain itu, publik juga menyoroti lambatnya penanganan krisis ekologis seperti karhutla.
"Mahasiswa dan elemen masyarakat sipil terus menyuarakan desakan evaluasi kineria kabinet, jaminan keamanan dalam kebebasan berekspresi, serta kecaman tajam atas tindakan represif aparat dalam penanganan demonstrasi tang menimbulkan korban," kata Drone Emprit dalam laporannya.
Drone Emprit juga mengungkapkan, sebagian publik turut mengapresiasi penindakan hukum dan pengembalian aset, tetapi hal terus dibayangi kekecewaan dan kemarahan atas munculnya kasus korupsi pada sektor publik.
"Publik berharap pemerintah memperkuat independensi penegak hukum serta menjamin partisipasi publik yang bermakna dalam pembentukan setiap regulasi nasional," katanya.
2. Kepemimpinan Prabowo dihantam sentimen negatif

Presiden Prabowo Subianto membuka pidatonya dalam Sidang Kabinet Paripurna 2 tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden) Drone Emprit menjelaskan, dominasi narasi kritis di media sosial mencerminkan adanya kesenjangan antara klaim pemerintah dan realitas yang dialami masyarakat. Evaluasi MBG dan tata kelola kabinet menjadi titik uji utama kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Platform media sosial X, menjadi saluran utama percakapan dengan kontribusi engagement terbesar (59 persen), diikuti media online dan Instagram. Adapun, lonjakan diskusi terjadi pada momen-momen aksi demonstrasi mahasiswa.
Puncak pemberitaan media terjadi saat momentum 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang diwarnai aksi mahasiswa dan laporan kinerja pemerintah. Sementara di X, puncak percakapan dipicu viralnya kritik-kritik mahasiswa. Secara keseluruhan, sentimen negatif (51,7 persen ) mengungguli positif (24,1 persen).
"Kritik berpusat pada krisis ekonomi dan MBG, sedangkan apresiasi datang dari hilirisasi dan bantuan sosial," tulisnya.
3. Prabowo bangga jadi Presiden RI

Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi dan Presiden Prabowo Subianto berjalan bersama menuju Istana Merdeka. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden) Presiden Prabowo Subianto mengaku bangga menjadi Presiden Indonesia dan memimpin pemerintahan selama dua tahun terakhir. Dia menilai pemerintahannya telah menghasilkan sejumlah capaian nyata yang patut dibanggakan.
Hal itu disampaikan Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna dalam rangka evaluasi dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Prabowo turut mengapresiasi kinerja Kabinet Merah Putih atas hasil kerja selama dua tahun terakhir.
"Saya sekarang bangga menjadi pemimpinmu, saya bangga menjadi presidenmu, saya bangga telah memimpin pemerintah ini karena dalam 2 tahun, dalam 2 tahun kita telah bekerja dengan hasil yang nyata," kata Prabowo di Jakarta.





















