unjuk rasa pendukung Houthi di Yaman pada 2015 (Henry Ridgwell, VOA, Public domain, via Wikimedia Commons)
Insiden ini menjadi bentrokan paling serius antara Houthi dan pemerintah Yaman sejak beberapa tahun terakhir. Pengamat memperingatkan aksi saling serang ini bisa menghancurkan kerangka gencatan senjata tahun 2022.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) langsung menggelar sidang darurat untuk membahas krisis terbaru di Yaman. Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Timur Tengah, Asia, dan Pasifik, Khaled Khiari, mendesak semua pihak menahan diri dari tindakan sepihak yang berisiko merusak perdamaian.
Eskalasi konflik dikhawatirkan dapat membawa dampak buruk bagi krisis kemanusiaan di negara tersebut. Penutupan Bandara Sanaa membuat warga semakin menderita, terutama pasien yang kini harus menempuh perjalanan jauh dan berbahaya ke Aden untuk berobat.
Wakil Koordinator Bantuan Darurat PBB, Indrika Ratwatte, mengingatkan bahwa lebih dari 18 juta penduduk Yaman saat ini sedang kelaparan. Konflik lanjutan hanya akan memicu gelombang pengungsian baru dan membatasi akses bantuan kemanusiaan.
"Yaman dan kawasan yang lebih luas tidak mampu menanggung siklus eskalasi lainnya," tutur Khiari, dilansir Anadolu Agency.