Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TNI AL Siapkan Lanal Lampung Jadi Pangkalan Kapal Induk Garibaldi

TNI AL Siapkan Lanal Lampung Jadi Pangkalan Kapal Induk Garibaldi
Ilustrasi kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan dihibahkan ke Indonesia. (Dokumentasi Wikipedia)
Intinya Sih
Gini Kak
  • TNI AL menyiapkan Lanal Lampung sebagai pangkalan kapal induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi, dengan pengembangan fasilitas agar siap sebelum HUT ke-81 TNI.
  • Sebanyak 100 prajurit TNI AL dikirim ke Italia untuk pelatihan pengoperasian Garibaldi melalui konsep joint crew bersama Angkatan Laut Italia sebelum serah terima di Indonesia.
  • Meski menuai kritik soal potensi beban biaya perawatan kapal tua, Menhan Sjafrie memastikan anggaran pemolesan Garibaldi akan dikelola secara efisien dan efektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - TNI Angkatan Laut (AL) tengah menyiapkan Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung sebagai salah satu lokasi tempat bersandarnya kapal induk pertama milik Indonesia, Giuseppe Garibaldi. Salah satu alasannya karena lokasi Lanal Lampung strategis.

"Jadi, Lampung merupakan salah satu pangkalan yang disiapkan untuk mengakomodasi tempat labuh maupun bersandar dari (kapal induk) Garibaldi," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, ketika dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).

Perwira tinggi di TNI AL itu mengatakan pihaknya sedang menyiapkan banyak hal di Lanal Lampung untuk menyambut Garibaldi. Salah satunya pengembangan fasilitas dan wilayah lanal, agar mendukung kebutuhan operasional kapal induk.

Ia memastikan seluruh fasilitas itu akan selesai dibangun sebelum kapal induk Garibaldi datang ke Indonesia. Kapal induk pertama itu rencananya dijadwalkan tiba di Tanah Air sebelum puncak HUT ke-81 TNI pada Oktober mendatang.

1. Sebanyak 100 prajurit TNI AL sudah dikirim ke Italia untuk mengikuti pelatihan

TNI AL Siapkan Lanal Lampung Jadi Pangkalan Kapal Induk Garibaldi
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Tunggul. (Tangkapan layar YouTube Angkatan Laut)

Lebih lanjut, Tunggul membenarkan, TNI AL sudah mengirimkan 100 prajurit ke Italia untuk mendapat pelatihan mengawaki Kapal Induk Garibaldi. Ia mengatakan proses pelayaran menuju ke Indonesia akan menggunakan konsep joint crew, yaitu pengawakan bersama antara personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia.

"Setelah itu akan melaksanakan penyeberangan lintas laut dengan konsep joint crew. Jadi, joint crew itu merupakan personel pengawak, di mana sebagian dari personel TNI AL dan sebagian lagi dari personel Angkatan Laut Italia," ujarnya.

Tunggul mengatakan setelah tiba di Indonesia, akan dilaksanakan serah terima hingga seluruh pengawakan dari prajurit TNI Angkatan Laut. Giuseppe Garibaldi akan didapatkan Indonesia melalui skema hibah.

2. Kapal induk Giuseppe Garibaldi berpotensi menambah beban keuangan pemerintah

TNI AL Siapkan Lanal Lampung Jadi Pangkalan Kapal Induk Garibaldi
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin (IDN Times/Aryodamar)

Sementara, pengadaan kapal induk pertama milik Indonesia itu dikritik anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin. Anggota parlemen dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) itu mengingatkan, di balik label gratis terdapat potensi beban besar yang harus dihitung secara matang oleh pemerintah.

Hasanuddin turut menyoroti faktor usia kapal yang sudah mencapai sekitar 40 tahun sejak mulai bertugas pada 1985. Apalagi secara umum, kapal perang dirancang dengan masa pakai 30 hingga 40 tahun.

"Artinya, kapal ini sudah berada di ujung masa operasionalnya. Kalau pun dilakukan perbaikan, kemungkinan hanya dapat digunakan sekitar 10 tahun ke depan, dengan biaya modernisasi yang tidak kecil," ungkap Hasanuddin di Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.

Ia menambahkan salah satu persoalan utama dari hibah ini adalah tingginya biaya pemeliharaan. Berdasarkan laporan The National Interest, Angkatan Laut Italia menghabiskan sekitar 5 juta euro atau sekitar Rp101 miliar per tahun untuk merawat kapal tersebut, dan sekitar 19 juta euro atau sekitar Rp387 miliar jika dilakukan pembongkaran.

"Angka ini tentu akan menjadi beban baru bagi anggaran pertahanan Indonesia, di luar kebutuhan biaya operasional lainnya," kata purnawirawan TNI itu.

Adapun biaya tersebut, lanjut Hasanuddin, mencakup pembaruan radar, sistem komunikasi, persenjataan, pengadaan suku cadang, hingga pelatihan kru. Hal ini berpotensi menambah tekanan terhadap anggaran pertahanan dalam jangka menengah.

3. Anggaran untuk memoles kapal Garibaldi dipastikan akan efisien

TNI AL Siapkan Lanal Lampung Jadi Pangkalan Kapal Induk Garibaldi
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Haji Isam lakukan ground breaking pembangunan pabrik munisi PT Pindad di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. (Dokumentasi Kemhan)

Sementara, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin merespons kritik tersebut. Purnawirawan jenderal bintang empat itu mengaku belum paham soal anggaran yang bakal dikeluarkan demi memoles Garibaldi. Tetapi, ia memastikan, anggaran yang dikeluarkan akan efisien.

"Saya kurang begitu paham mengenai anggarannya. Tapi saya memutuskan, jadi kalau dibilang efisien, efektif, saya siap," ungkap Sjafrie, di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan pertama yang dibangun Italia, dan mulai bertugas pada 1985. Kapal ini memiliki panjang 180 meter dengan bobot penuh mencapai 13.850 ton.

Dalam sejarah operasionalnya, Garibaldi mampu membawa pesawat tempur jenis Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL) AV-8B Harrier II dan berbagai jenis helikopter.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More