Jakarta, IDN Times - Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran kembali memperingatkan publik agar tidak menggunakan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Minggu (25/10/2026). Ancaman ini muncul beberapa jam setelah pengelola bandara membuka kembali dua terminal penerbangan yang sempat ditutup sejak awal Oktober.
Pemerintah Arab Saudi bersama pengelola bandara sebelumnya berupaya memulihkan layanan penerbangan secara bertahap dengan membagi operasional terminal keberangkatan. Namun, ancaman terbaru dari Houthi kembali memicu kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan komersial di kawasan Teluk.
