Sejumlah sumber mengatakan, Aramco meminta semua pegawainya untuk bekerja jarak jauh dari rumah. Ini merupakan kali pertama Aramco mengevakuasi seluruh pegawainya sejak Arab Saudi berperang dengan Houthi pada Juli lalu. Kebijakan ini akan diterapkan sampai situasi dirasa sudah aman. Jika situasi sudah kembali normal dan serangan dari Houthi sudah mereda, semua pegawai akan diminta kembali untuk bekerja secara on site di kantor yang ada di Dhahran.
Aramco Evakuasi Semua Pegawai imbas Serangan Houthi

- Aramco mengevakuasi seluruh pegawai kantor pusat Dhahran dan menerapkan kerja dari rumah menyusul peningkatan serangan Houthi; kebijakan berlaku hingga situasi dinilai aman.
- Evakuasi dilaporkan terjadi setelah alarm darurat berbunyi dan menjadi yang pertama sejak konflik Arab Saudi-Houthi pada Juli; Aramco serta Kementerian Energi belum memberi pernyataan resmi.
- Kantor pusat Dhahran sebelumnya diserang pada 13 Oktober hingga merusak tiga lantai dan memicu kebakaran kecil; Houthi juga menyerang ladang minyak Shaybah serta Bandara King Fahd.
Jakarta, IDN Times - Perusahaan energi nasional Arab Saudi, Aramco, dikabarkan telah mengevakuasi seluruh pegawainya dari kantor pusat di Kota Dhahran pada Kamis (22/10/2026). Langkah ini dilakukan akibat peningkatan serangan Houthi ke Arab Saudi, terutama ke Dhahran, dalam beberapa hari terakhir.
1. Evakuasi dilakukan secara tiba-tiba

ilustrasi evakuasi (pexels.com/Jakub Zerdzicki) Aramco sebetulnya belum memberi pernyataan resmi soal evakuasi ini. Sejumlah media juga sudah berupaya menghubungi Kementerian Energi Arab Saudi untuk menanyakan hal tersebut. Sebab, Aramco merupakan salah satu perusahan energi nasional yang berada di bawah naungan kementerian tersebut. Namun, belum ada jawaban.
Di sisi lain, Bloomberg dengan mengutip keterangan sejumlah sumber mengabarkan, evakuasi ini dilakukan usai sebuah alarm darurat berbunyi kencang. Alarm ini lantas memaksa semua pegawai yang ada di kantor pusat Aramco untuk segera mengevakuasi diri. Menurut Bloomberg, langkah ini dilakukan untuk menghindari serangan lanjutan dari Houthi.
2. Kantor pusat Aramco pernah kena serangan Houthi

potret logo milisi Houthi Yaman (commons.wikimedia.org/hstoops) Evakuasi ini dilakukan usai kantor pusat Aramco di Dhahran sempat terkena serangan Houthi pada 13 Oktober lalu. Dilansir The New Arab, serangan tersebut kala itu merusak bangunan di tiga lantai yang ada di kantor pusat Aramco. Selain itu, serangan tersebut juga menimbulkan kebakaran kecil. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.
Sebagai informasi, Dhahran merupakan salah satu kota yang terletak di Arab Saudi bagian timur. Kota ini memang menjadi pusat fasilitas energi milik Arab Saudi. Kantor pusat di Dhahran menjadi fasilitas penting bagi Aramco. Sebab, dari kantor tersebut, Aramco mengontrol semua aktivitas produksi minyak dan gas milik Arab Saudi. Oleh karena itu, serangan Houthi ke kantor ini akan mengancam sebagian besar operasional Aramco untuk mengelola sektor energi di Arab Saudi.
3. Houthi kerap menyerang fasilitas minyak Arab Saudi

ilustrasi fasilitas minyak (pexels.com/Michael Pointner) Selain bandara, fasilitas minyak juga menjadi salah satu target serangan Houthi di Arab Saudi. Pada Rabu (21/10/2026) lalu, misalnya, Houthi menyerang ladang minyak Arab Saudi yang ada di Kota Shaybah. Beruntungnya, serangan tersebut tidak berdampak terhadap produksi minyak nasional.
Pada hari yang sama, Houthi juga melakukan serangan ke Bandara Internasional King Fahd di Kota Dammam. Menurut otoritas setempat, serangan tersebut menewaskan 2 orang dan melukai 8 lainnya. Ini menjadi serangan terbaru Houthi ke bandara internasional yang ada di Arab Saudi sejak beberapa hari terakhir.




















