Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Inggris Tangkap 2 Warga Latvia yang Terobos Masuk ke Pangkalan Udara

2 min read
Inggris Tangkap 2 Warga Latvia yang Terobos Masuk ke Pangkalan Udara
ilustrasi mobil polisi Inggris (unsplash.com/braintax)
  • Polisi Inggris menangkap dua pria Latvia berusia 32 dan 36 tahun setelah mereka menerobos RAF Molesworth di Cambridgeshire melalui lubang pagar.
  • Keduanya, yang menetap di Inggris, akan didakwa berdasarkan UU Keamanan Nasional 2023; polisi masih menyelidiki motif dan memeriksa mobil yang ditinggalkan.
  • Otoritas belum menemukan kaitan dengan insiden sebelumnya di RAF Fairford. RAF Molesworth menampung pusat intelijen gabungan NATO dan operasi intelijen AS di Eropa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Polisi Inggris, pada Kamis (8/10/2026), menangkap dua warga negara Latvia. Mereka ditangkap setelah tertangkap bahasa menerobos masuk ke Pangkalan Udara RAF Molesworth di Cambridgeshire.  

Sebelumnya, Inggris sudah menangkap lima orang yang diduga berniat melakukan terorisme di Pangkalan Udara Fairford, Gloucestershire yang digunakan oleh Amerika Serikat (AS). Namun, kelima orang tersebut dibebaskan dengan syarat. 

  1. 1. Kedua warga Latvia sudah menetap di Inggris

    ilustrasi bendera Latvia (unsplash.com/upmanis)
    ilustrasi bendera Latvia (unsplash.com/upmanis)

    Kedua penerobos pangkalan udara Inggris ini diketahui pria berusia 32 dan 36 tahun. Mereka diciduk oleh petugas keamanan pada pukul 02.00 waktu setempat setelah 4 jam pencarian ketika menemukan kendaraan di luar area pangkalan udara. 

    Dilansir The Guardian, polisi militer yang dibantu oleh petugas kepolisian setempat menemukan lubang kecil di pagar yang menjadi jalan masuknya. Sebagaimana diketahui area pangkalan udara tersebut terlarang untuk umum. 

    Terduga pelaku merupakan warga negara Latvia yang menetap di Inggris. Mereka akan didakwa sesuai Pasal 4 Undang Undang (UU) Keamanan Nasional 2023 karena masuk ke area terlarang di Inggris. 

  2. 2. Tidak ada hubungan antara insiden di Fairford dan Molesworth

    ilustrasi bendera Inggris Raya
    ilustrasi bendera Inggris Raya (pexels.com/mikebird)

    Komandan Polisi Anti-Teroris London, Helen Flanagan mengatakan bahwa saat ini belum ditemukan kaitan antara insiden di Fairford pada akhir September. Hingga kini, investigator masih belum menentukan apa yang sebenarnya dilakukan kedua orang tersebut. 

    “Investigasi kami soal insiden ini berada di tingkat awal. Sebagian besar dari investigasi ini untuk mengetahui motif pelaku dan kenapa keduanya berada di area tersebut,” terangnya. 

    Sementara itu, mobil yang ditinggalkan sudah dibawa ke kantor polisi terdekat. Polisi juga sudah memanggil penjinak bom untuk melihat lebih lanjut jika memang terdapat alat peledak di dalam mobil tersebut. 

  3. 3. Pangkalan Udara Molesworth digunakan untuk intelijen NATO

    ilustrasi pesawat pembom AS, B-52 di udara
    ilustrasi pesawat pembom AS, B-52 (unsplash.com/valentin_karisch)

    Pangkalan Udara RAF Molesworth dikenal sebagai rumah bagi Pusat Intelijen Gabungan NATO. Pangkalan itu digunakan untuk intelijen militer negara-negara NATO dan sebagai Pusat Operasi Intelijen Gabungan AS di Eropa. 

    Sementara, Kepala Militer Inggris, Marsekal Udara Sir Richard Knighton mengatakan bahwa keamanan dan keselamatan di area pangkalan udara tersebut sudah terjamin. Menurutnya, penarikan pesawat pembom AS hanyalah sebagai upaya pencegahan. 

    “Keputusan menarik pesawat pembom dari Fairford, yang mana sebenarnya pesawat itu tidak ditaruh di sana, ini untuk mengurangi risiko ancaman,” ungkapnya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More