Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Inggris Yakin Pasukan Garda Revolusi Iran di Balik Insiden di Fairford
ilustrasi bendera Inggris Raya (pexels.com/mikebird)
  • PM Inggris Andy Burnham menyatakan investigasi keamanan hampir memastikan pemerintah Iran dan IRGC mengoordinasikan aksi terorisme di RAF Fairford bulan lalu.
  • Inggris memanggil Duta Besar Iran di London dan berencana menjatuhkan sanksi terhadap dua orang yang dituduh melakukan spionase serta serangan atas perintah Iran.
  • Duta Besar Iran Seyed Ali Mousavi membantah keterlibatan Teheran dalam insiden Fairford, menyatakan Iran tidak mengetahui kasus tersebut dan siap bekerja sama dalam investigasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Inggris, Andy Burnham, pada Senin (12/10/2026), meyakini bahwa Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) ada di balik aksi terorisme di Pangkalan Udara RAF Fairford. Menurutnya, Iran bertanggung jawab atas insiden bulan lalu. 

Tak hanya di Fairford, Inggris juga sudah menangkap dua warga negara Latvia yang menerobos masuk ke Pangkalan Udara RAF Molesworth di Cambridgeshire. Keduanya diduga masuk dengan melubangi kawat pagar di area pangkalan udara tersebut. 

1. Burnham sebut IRGC arahkan aksi terorisme

Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham. (Number 10, OGL 3, via Wikimedia Commons)

Burnham mengatakan bahwa investigasi dari aparat keamanan di Inggris menyebut, hampir pasti aksi terorisme di Fairford dikoordinasi oleh pemerintah Iran dan IRGC. Ia memastikan tidak akan menoleransi ancaman di Inggris. 

“Kami akan memberantas jaringan kriminalitas Iran dan IRGC yang menggunakan berbagai cara untuk menargetkan infrastruktur militer di Inggris,” terangnya, dikutip dari Politico.

Sebelumnya, Burnham sudah menduga bahwa Iran terlibat dalam insiden di Fairford. Namun, otoritas Inggris sudah membebaskan lima orang terduga pelaku karena belum menemukan alat peledak. 

2. Inggris panggil Dubes Iran di London

ilustrasi bendera Iran (pexels.com/aboodi)

Menyusul pernyataan ini, Menteri Luar Negeri Inggris, Ed Miliband memanggil duta besar Iran di London. Pemanggilan ini untuk menjelaskan lebih lanjut soal keterlibatan Iran dan IRGC yang mengancam keamanan Inggris. 

“Kami akan menyatakan kecaman atas lanjutan upaya Iran untuk mengganggu keamanan kami. Kami akan menjatuhkan sanksi kepada dua orang yang melakukan spionase dan serangan atas perintah dari pemerintah Iran di Eropa dan AS,” ungkapnya, dikutip dari The Guardian.

3. Iran bantah terlibat dalam insiden di Fairford

ilustrasi bendera Iran (unsplash.com/akbarnemati)

Pada hari yang sama, Duta Besar Iran, Seyed Ali Mousavi membantah tuduhan Inggris soal keterlibatan dalam insiden Fairford. Menurutnya, Iran tidak mengetahui apapun dan bersedia bekerja sama dalam proses investigasi. 

Dilansir Iran International, Inggris sudah menuding Iran terlibat dalam sejumlah upaya terorisme dan pembunuhan menggunakan jaringan kriminalnya. Pada 2025, Inggris mengidentifikasi 20 ancaman pembunuhan dan penculikan yang didukung oleh Iran. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article