Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Iran Ancam Gempur Kabel Internet Negara Teluk jika AS-Israel Menyerang
potret bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)
  • Iran mengancam menyerang kabel internet bawah laut negara-negara Teluk di Laut Arab jika kembali diserang AS dan Israel, yang berpotensi melumpuhkan komunikasi regional.
  • Pejabat Iran menyatakan target balasan juga mencakup pangkalan militer AS dan Israel, serta Teheran tidak akan memperbaiki kerusakan kabel setelah serangan.
  • TeleGeography menilai gangguan global kurang dari 1 persen, sementara AS-Israel belum merespons dan Iran tetap mengutamakan diplomasi meski menyiapkan balasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran mengancam akan merusak jaringan kabel internet negara-negara Teluk jika Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali menyerang mereka. Ancaman ini disampaikan oleh dua orang pejabat keamanan Iran anonim pada Jumat (23/10/2026) kemarin.   

Salah satu dari pejabat tersebut mengatakan, angkatan bersenjata Iran akan menyerang jaringan kabel bawah laut milik negara-negara Teluk di Laut Arab sebagai balasan jika AS dan Israel menyerang. Serangan ini nantinya akan membuat sistem komunikasi dan jaringan internet di seluruh negara Teluk, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, Kuwait, dan Bahrain lumpuh.

1. Iran ogah perbaiki kerusakan usai menyerang kabel internet negara Teluk

potret kabel bawah laut (pexels.com/Saad Alaiyadhi)

Salah satu dari pejabat tadi menambahkan, Iran tidak akan memperbaiki kerusakan usai mereka menyerang kabel internet negara Teluk. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa Iran tidak main-main dalam melakukan serangan balasan ke AS dan Israel. Bahkan, pejabat itu mengatakan bahwa Teheran juga akan menggempur pangkalan militer Washington dan Tel Aviv jika perang kembali berlanjut.

"Jika Iran diserang, tidak akan ada lagi batasan, mulai dari kabel bawah laut hingga pangkalan militer, termasuk yang terselubung, (akan menjadi target serangan)," kata salah satu pejabat tersebut, seperti dilansir Jerusalem Post.

2. Serangan Iran tidak akan berpengaruh signifikan terhadap jaringan internet global

ilustrasi internet (pexels.com/Obi Onyeador)

Menurut International Telecommunication Union (ITU), kabel bawah laut berfungsi sebagai saluran transmisi 99 jaringan internet dan komunikasi di seluruh dunia. Namun, Alan Mauldin, Direktur Riset di perusahaan riset telekomunikasi TeleGeography, mengatakan bahwa serangan Iran tidak akan berpengaruh signifikan terhadap jaringan internet dan komunikasi global karena serangan tersebut hanya akan mengganggu kurang dari 1 persen jaringan internet dan komunikasi global di seluruh dunia. 

Hingga saat ini, Pemerintah AS dan Israel belum merespons ancaman dari Iran. Sejumlah media sudah berupaya mengontak Washington dan Tel Aviv untuk menanyakan respons mereka, tetapi belum mendapat balasan.

3. AS dan Israel berencana serang Iran usai pemilu kedua negara

ilustrasi pemilu presiden (pexels.com/Tara Winstead)

AS dan Israel sendiri disebut berencana menyerang Iran usai pemilihan umum (pemilu) di kedua negara berlangsung. Pemilu sela di AS untuk memilih anggota parlemen dan senat akan digelar pada 3 November mendatang, sedangkan pemilu Israel untuk memilih perdana menteri baru akan digelar pada 27 Oktober pekan depan. 

Menurut keterangan seorang sumber dari Timur Tengah kepada NPR pada Kamis (22/10/2026), Presiden AS, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sudah melakukan diskusi soal rencana serangan ke Iran. Namun, keduanya belum memutuskan apa pun hingga saat ini. 

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan, pihaknya akan tetap mengutamakan jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik dengan AS dan Israel. Namun, Araghchi tidak menampik bahwa Washington dan Tel Aviv sedang berencana melakukan serangan terhadap Teheran. Jika serangan itu benar-benar terjadi, ia mengatakan, Iran pasti akan membalas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article