Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Sebut Iran Berupaya Bikin Harga Minyak Global Naik Lagi

3 min read
Trump Sebut Iran Berupaya Bikin Harga Minyak Global Naik Lagi
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berkunjung ke perbatasan AS dan Meksiko pada April 2025. (commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump menuduh Iran menyebarkan laporan palsu serangan di Selat Hormuz untuk menghambat pasokan minyak Timur Tengah dan menaikkan harga global menjelang pemilu paruh waktu AS.
  • Televisi Iran melaporkan tujuh tanker diserang atau meledak akibat ranjau di Selat Hormuz, termasuk empat kapal yang diklaim diserang Korps Garda Revolusi Iran.
  • Trump menyatakan Selat Hormuz aman karena dijaga CENTCOM, sementara Iran mengklaim selat masih ditutup hingga AS menyetujui seluruh syarat perdamaian Teheran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut Iran sedang berupaya membuat harga minyak global kembali naik. Caranya adalah dengan membuat berita hoaks soal serangan di Selat Hormuz agar kapal-kapal tanker enggan berlayar di sana. Jika kapal-kapal tersebut enggan berlayar di Selat Hormuz, maka pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global akan terhambat sehingga harganya akan kembali naik.

"Iran melakukan segala yang mereka bisa untuk menaikkan harga minyak menjelang pemilihan paruh waktu AS. Mereka bahkan mengarang cerita tentang serangan palsu, ranjau, dan segala macam hal lainnya karena lebih banyak minyak yang mengalir melalui Selat Hormuz sekarang daripada sebelum dimulainya konflik," tulis Trump di Truth Social pada Kamis (22/10/2026), seperti dilansir Anadolu Agency. 

  1. 1. Televisi Iran melaporkan tujuh kapal di Selat Hormuz diserang

    Kapal terbakar di laut.
    potret sebuah kapal yang terbakar di laut (unsplash.com/Nilantha Ilangamuwa)

    Pernyataan tadi disampaikan Trump usai stasiun televisi Iran melaporkan ada tujuh kapal tanker minyak di Selat Hormuz yang diserang dan terkena ranjau laut pada Kamis malam waktu setempat. Hal ini membuat kapal tersebut meledak sehingga tidak bisa melanjutkan pelayaran. Namun, media tersebut tidak menjelaskan dari negara mana saja kapal-kapal tersebut berasal.

    Stasiun televisi Iran tadi menambahkan, empat kapal tanker diserang oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) saat sedang dalam perjalanan untuk mengekspor minyak. Namun, media tersebut tidak menjelaskan ke mana minyak itu akan dikirim. Sementara itu, tiga lainnya meledak karena terkena ranjau yang dipasang IRGC di sekitar Selat Hormuz.

  2. 2. Trump menyebut Selat Hormuz aman dilintasi kapal

    Kapal-kapal sedang berlayar di Selat Hormuz.
    Kapal-kapal sedang berlayar di Selat Hormuz. (commons.wikimedia.org/MC2 Indra Beaufort)

    Laporan inilah yang lantas disebut Trump sebagai berita hoaks. Menurut Trump, Selat Hormuz saat ini dalam keadaan aman untuk dilintasi kapal. Sebab, selat tersebut sudah dijaga ketat oleh Komando Tengah (CENTCOM) militer AS yang berpatroli di sana. Oleh karena itu, semua kapal bisa berlayar di sana dengan aman tanpa khawatir di serang IRGC.

    Trump sendiri mengklaim bahwa CENTCOM saat ini sudah 100 persen menguasai Selat Hormuz. Oleh karena itu, ia mewanti-wanti Iran untuk berhenti melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersial yang ingin berlayar di sana. Hal ini bertujuan agar harga minyak dunia tetap aman. 

  3. 3. Iran mengklaim Selat Hormuz masih ditutup

    Abbas Araghchi sedang menghadiri pertemuan.
    potret Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi (tasnimnews.ir/Hamed Malekpour via commons.wikimedia.org/Hamed Malekpour)

    Namun, di sisi lain, Pemerintah Iran justru mengklaim bahwa Selat Hormuz saat ini masih ditutup dan masih 100 persen berada di bawah kekuasaannya. Dalam pernyataan terbarunya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menjelaskan, Selat Hormuz tetap akan ditutup sampai AS mau menyetujui semua syarat perdamaian yang diberikan Teheran. 

    “Meja perundingan masih ada. Jika mereka (AS) mematuhi persyaratan ini, mereka harus tahu bahwa selat tersebut akan dibuka kembali sepenuhnya dan setelah itu kami akan mengadakan putaran negosiasi lebih lanjut hingga kesepakatan akhir tercapai,” kata Araghchi dalam wawancara bersama stasiun televisi Irak, Al Ekhbariya TV, Selasa (20/10/2026), seperti dikutip Gulf News.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More